Senin, Maret 16, 2009

Nostalgila….

Uh..

Timeframe : Selasa, 18 Maret 1997
Venue : salah satu ruang kelas sebuah sekolah kampungan saat  kelas agama dan gurunya nggak datang
Attendee : Siswa – siswi kelas IIIA

Dear my old friend, at that time, me and you together. do you still remember me?? where are you now.. i miss you… you know, that was a special moment for me.

gilaaaa… udah 12 tahun kita nggak ketemu lagi. semoga kamu dan kalian baik – baik saja.

Kisah Jenderal Pemburu Gajah (Episode I)

Pada suatu masa, di sebuah hutan nan lebat, hiduplah sekawanan gajah liar. Gajah – gajah tersebut tinggal di hutan dengan damai, dan tidak pernah terusik oleh kehidupan manusia. Alkisah, seorang pemburu bernama Guga Egigu, ditugaskan oleh penduduk desa untuk berburu gading gajah. Si Guga berbekal senapan laras panjang berisi peluru yang mengandung bius dengan gagah berani berhasil masuk ke dalam hutan sendirian. Ia tidak takut akan keadaan hutan yang sunyi senSyap dan banyak binatang liarnya. Tak juga ia takut terhadap macan ataupun singa si raja hutan.

Pada cerita sebelumnya, di desa Guga diadakan upacara pemilihan jenderal yang akan menjadi calon pemimpin desa. Guga menjadi salah satu kontestannya. selain Guga, terdapat pula Gembil, si Gembul, Si Jangkung, si Preman dan si Tole. Singkat cerita, si Gembil dipilih sebagai kontestan yang terbaik. Akan tetapi, sayangnya si Gembil tidak bisa diangkat menjadi Jenderal, karena terlalu sering pusing dan sakit kepala, sehingga harus mundur. Akibatnya, si Gembil pun malah diberikan puyer bintang tujuh *sebagai ganti lencana bintang jenderal*. Kandidat yang lolos  pun akhirnya hanya tinggal 5 orang yaitu Guga, Gembul, Jangkung,  Preman, dan Tole.

Rupanya hutan tempat gajah berada teresebut letaknya berada jauh di pinggiran sebuah kota, sedangkan desa si Guga letaknya di sisi lain dari kota tersebut, sehingga untuk menuju hutan, si Gugak dkk harus melalui kota tersebut, dan keluar lagi ke hutan.

Alkisah, saat perjalanan dari desa menuju hutan, satu – persatu kontenstan tumbang. Ketika perjalanan baru berjalan 500 tombak dari gerbang desa, si Tole merasa kakinya sakit. rupanya Tole lupa membawa obat asam urat. Alhasil, akhirnya Tole terpaksa mundur dari misi suci ini.

Ketika menuju kota, halangan pun ternyata lebih banyak lagi. Sewaktu memasuki gerbang kota, rombongan dihadang oleh patroli polisi. Polisi ingin menahan semua  anggota rombongan karena mebawa bedil dan senjata perburuan yang dianggap illegal. Alhasil, si Gembul pun dikorbankan untuk menjadi tangkapan polisi, supaya rombongan yang lain bisa tetap melanjutkan perjalanan.Mengapa harus si Gembul yang dikorbankan? Si Gembul ini punya kemungkinan paling besar untuk lolos dari dakwaan, karena pandai berkelit dan berani mensomasi aparat, termasuk polisi huehehehehe..

Perjalanan di kota pun dilanjutkan. tibalah rombongan pada suatu pasar yang sangat ramai. Naluri alami si Preman pun keluar. Si Preman merasa yakin bahwa pasar tersebut adalah tempat yang prospektif untuk mengeruk keuntungan. Si Preman pun akhirnya berniat menjadi centeng pasar dan menjadi penguasa parkir di pasar tersebut, dan menolak melanjutkan misi suci. Adapun si Jangkung, rupanya dia juga terpukau dengan ramainya pasar ini. Naluri bisnisnya pun muncul. Dia merasa di pasar inilah tempat yang prospektif untuk berdagang laptop. Si Jangkung ingin menjual lencana yang diberikan di desa tadi untuk jadi modal berdagang. Maklumlah, si Jangkung memperoleh lencana emas dengan 6 bintang, jadilah akhirnya setelah dari pasar di kota ini, hanya Guga yang mampu melanjutkan perjalanan sampai ke hutan.

Menurut kabar burung yang sudah lama beredar di desa Guga, gajah – gajah tersebut sangat suka berendam di suatu kubangan. Penduduk desa menyebut kubangan gajah tersebut dengan nama kubangan 267. Kenapa dinamakan kubangan 267? rupanya hal ini dikarenakan kubangan tersebut berukuran seluas 267 tombak* persegi dan sanggup memuat hingga 12 ekor gajah besar. Alkisah, di kubangan 267 tersebut, dulunya sering terlihat gajah – gajah chubby yang berkubang bersama - sama. Meskipun demikian, semakin hari jumlah gajah yang berkubang di tempat tersebut semakin sedikit.

Singkat cerita, setelah perjalanan yang sangat melelahkan selama berhari – hari, si Guga pun sampai ke dalam hutan di dekat kubangan 267.

Lalu, bagaimanakah kisah selanjutnya???? Apakah si Guga berhasil melanjutkan misi suci berburu Gajah ?? nantikan kelanjutan kisahnya segera.. hanya di blog ini**

*tombak: satuan panjang yang acapkali digunakan di negeri antah berantah.

**terms and conditions apply, kalau penulisnya lagi nggak males

Senin, Januari 26, 2009

Aksesoris Laptop Murah Meriah

Hari Sabtu kemarin, saya pergi ke Depok untuk membeli aksesoris untuk laptop saya dan juga mau cuci mata tentunya. love Maklumlah, tempat tinggal saya kan di tengah hutan jauh dari “peradaban”. Saya tepatnya berencana untuk membeli kunci pengaman dan headset untuk laptop. Bukannya apa – apa, saya sering merasa ngeri juga kalau sedang di kantor, ketika laptop saya hanya tergeletak begitu saja di meja tanpa pengaman tambahan. Apalagi baru – baru ini saya pindah ruangan, dan di ruangan yang baru ini saya tidak mempunyai laci yang bisa dikunci, sehingga ada sedikit kesulitan untuk mengamankan laptop saya. Sebetulnya saya bisa saja nitip laptop ke laci teman, atau minta tolong tetangga meja sebelah untuk menjaga laptop saya. Akan tetapi, tentunya kalau minta tolong terus menerus saya juga jadi nggak enak, selain merepotkan juga hehehe. Kemudian soal headset, pemikiran saya adalah masalah privasi saja, supaya tidak menggangu orang lain. Saya ingin suara desahan saat nonton bokep tidak terdengar oleh tetangga sebelah headache

Nah, sebelum membeli sesuatu, kebiasaan saya adalah mencari tahu range harga untuk produk yang akan saya beli. Dari hasil ngobrol di kantor dan browsing di internet, ternyata harga untuk kunci pengaman laptop bervariasi, dari yang hanya puluhan ribu rupiah, sampai yang ratusan ribu, tergantung merek dan tipenya tentunya. Kemudian untuk headset, saya mencari yang tipe bukan in-ear earphone, tapi model headset seperti yang dipakai oleh penyanyi ketika rekaman. Untuk headset ini, dari hasil cek di Bhinneka, ternyata range harganya lebih variatif, mulai dari puluhan ribu sampai jutaan rupiah.

Akhirnya dengan modal uang di dompet sebesar 140 ribu, saya pergi ke Depok. Saya memilih untuk berbelanja di daerah Pondok Cina, karena di situ ada beberapa buah toko peralatan komputer yang cukup lengkap, dekat tempat mahasiswi kuliah, dan sambil berharap kejadian lama bisa terulang kembali. bigsmile Singkat kata, saya sampai di salah satu toko. Setelah memarkir motor, segera saya disambut oleh penjaga toko. Sayangnya kali ini yang jaga tokonya cowok. cry pPupus sudah kesempatan cuci mata, pupus sudah mengulang cerita lama, ingin rasanya aku segera lari dari toko ini...p

Akhirnya saya bertanya harga kunci laptop, dan ternyata harga yang ditawarkan 35 ribu rupiah, sama seperti harga di website suatu toko di Mangga Dua. Saya mencari tipe kunci yang klik di hati menggunakan kombinasi angka seperti kunci koper, tapi sayangnya tidak ada. Akhinya saya membeli yang tipe biasa saja, tapi tak apa lah, yang penting hatinya fungsinya..

Karena terpikir sisa duit di dompet, saya ragu – ragu untuk bertanya harga headset. Malu laah kalau saya sudah bertanya dan ketika membayar uangnya kurang. Apalagi sebelumnya uang saya sudah berkurang untuk isi bensin hehehe. Di display etalase terlihat headset merek SonicGear, dan akhirnya iseng saja saya tanya harganya. Setelah disebutkan, ternyata harganya nggak masuk di dompet saya bigsmile Tapi sepertinya si penjual tahu kalau duit saya kurang p , dan diambilkan versi handset yang murah meriah. Setelah dibuka kardusnya, akhirnya saya diberi kesempatan mencoba headset tersebut dengan sebuah MP3 player. Terdengar suara desahan nikmat dari MP3 player tersebut headache

Ternyata suara yang dihasilkan lumayan laah, setidaknya untuk kuping saya yang nggak begitu paham soal urusan audio. Si penjual bilang kalau tipe yang sedang saya coba ini memang banyak dicari *nggak tahu yah, dia ngibul apa enggak*. Yang membuat hati saya lega, ternyata harganya hanya 25 ribu, jauh dari taksiran saya yang cantik, manis dan baik hati itu saya kira di atas 70 ribu rupiah *mengingat saya pernah melihat barang sejenis ini di Carrefour dengan harga segitu*

Singkat kata, setelah membayar, akhirnya saya lanjutkan acara dengan melakukan napak tilas di kampus tercinta, dan akhirnya pulang ke pertapaan. Setelah sampai di rumah, akhirnya semua perangkat saya coba lagi untuk memastikan semua berfungsi dengan baik. Kunci laptop saya putar - putar, buka tutup, dan ternyata semuanya baik baik saja. Tiba giliran si headphone… saya coba dengan memutar MP3, lagunya terdengar nyaring, saya coba memutar film bokep, desahannya terdengar bening dan stereo headache headache Intinya, sejauh ini puas laah dengan hasil belanja kemarin. Semoga saja aksesoris ini nanti awet deh, setidaknya sesuai dengan masa pakai laptop saya hehehe…

PS : Don't try this at home p

Sabtu, Januari 24, 2009

Windows Live Writer

Thank God, hari ini, akhirnya saya bisa istirahat di rumah, setelah weekend minggu lalu saya harus ke kantor karena membantu perbaikan data. Pagi tadi, sehabis bangun tidur, saya iseng online. Mumpung ini weekend, maka ada kesempatan untuk bangun siang hehehe..

Setelah mencoba iseng iseng melihat program yang terinstall di komputer saya, akhirnya nggak sengaja saya mengklik salah satu program bawaan Windows XP yang ada di Start Menu, yaitu MSN Installer. Saya sebelumnya sengaja tidak menggunakan MSN ini karena memang tidak punya account Hotmail, dan ketika online lebih sering menggunakan Yahoo! Messenger.

Dalam bayangan saya, program ini nantinya pasti hanya akan menginstall Windows Live messenger saja.. ternyata saya salah. Begitu saya mengklik MSN installer tadi, saya dibawa ke suatu halaman Windows Live. Disitu saya baru tahu, ternyata ada beberapa program tambahan lainnya yang bisa diinstall.

windows live setup

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Installer Windows Live

pilihan program windows live

Pilihan Program yang bisa diinstall

Setelah saya explore jenis program yang bisa diinstall, akhirnya saya memutuskan untuk menginstall Windows Live Writer saja. Selain Windows Live Writer, Anda juga bisa memilih Live Messenger, Mail, Photo Gallery, Toolbar, Family Safety, dll. Kalau semua diinstall, kalau tidak salah diperlukan download hampir 200 MB. Karena saya tahu diri kalau koneksi internet saya masih cupu, akhirnya saya pilih saja untuk menginstall Windows Live Writer, karena hanya diperlukan download sekitar 7 MB. Windows Live Writer ini berguna untuk membantu menulis blog, seperti Microsoft Word. Buat Anda yang sering menulis blog, mungkin program ini bisa membantu Anda, daripada langsung menulis di webpage nya langsung, dengan program ini, kita bisa menulis di komputer sendiri terlebih dahulu, baru setelah selesai di publish ke blog kita.

windows live writer

screenshot Windows Live Writer

Windows Live Writer ini mendukung beberapa blog service antara lain  :

  • Windows Live Spaces
  • SharePoint blog
  • Blogger
  • WordPress
  • TypePad

Bahkan kalau Anda belum punya account blog, Anda ditawarkan untuk mendaftar di Windows Live blog service.

Begitu program ini selesai diinstall, Anda akan ditawari untuk men-setting blog service yang Anda gunakan. Karena saya menggunakan Blogger, saya tinggal masukkan url blog saya, kemudian memasukkan username dan passwordnya. Setelah itu, program ini akan mendownload template blog yang kita pakai, dan  akhirnya ketika kita menulis blog dengan program ini, sudah terasa seperti langsung dipublish di blog kita masing - masing

Dari hasil coba – coba, program ini secara umum mudah untuk digunakan. Saya belum menemukan kesulitan yang berarti ketika mencoba program ini.

Oiya, ini posting pertama saya menggunakan Windows Live Writer hehehe

Selasa, Januari 06, 2009

Krisis Ekonomi Dunia : Bisakah Menguak Kejahatan Investasi ??

Hmm, hari ini rasanya kegiatan saya di kantor lumayan padat. Begitu sampai di kantor, saya harus menyelesaikan beberapa pekerjaan hari sebelumnya yang masih pending. Selain itu, saya juga harus sibuk mengangkat telepon yang terus berbunyi, karena kebetulan saya ketiban sial menjadi salah satu PIC (person in charge) dalam suatu program baru di perusahaan. Berikutnya, saya harus rapat (ada yang aneh dengan rapat sekarang, karena tidak ada snack / makan siangnya), dan kemudian menjaga support clinic untuk program baru yg saya ceritakan tadi pada saat jam istirahat tiba (tapi gak ada suster di kliniknya hehehe).Setelah jam istirahat siang, rapat lagi (masih tanpa snack) sampai jam 3 sore, kemudian kembali ke cubicle, dan melanjutkan pekerjaan sehari hari yang masih pending. Akhirnya, sekitar jam 5 saya sempatkan buka Detik, dan ternyata lagi – lagi ada berita mengenai perusahaan sekuritas Indonesia yang bermasalah.

Ok, enough for the beginning..

Mungkin Anda bertanya kenapa saya harus cerita mengenai rutinitas hari ini ? apa hubungannya dengan krisis ekonomi dunia ? well, ada sih..
Di perusahaan saya, dampak dari krisis global (tepatnya adalah penurunan harga komoditas, khususnya minyak bumi), telah berimbas secara langsung ke revenue perusahaan. Nah, karena menurunnya pendapatan perusahaan tadi, maka perusahaan berusaha melakukan efisiensi di berbagai bidang. Yang paling jelas dampak langsung efisiensi sekarang tentunya adalah : ditiadakannya konsumsi saat rapat (yeah, this is a very good chance to make me slimmer). Memang sih, sebelumnya saya pribadi juga kurang sreg dengan selalu adanya snack saat rapat. Menurut saya, itu too much.

Oiya, menyambung cerita yang tentang perusahaan sekuritas yang bermasalah tadi, akhirnya saya sempatkan untuk menghubungi teman saya yang kebetulan pernah bekerja disana. Saya ingin mendapat gambaran, apakah sebenarnya hampir semua perusahaan sekuritas / investasi / apapun namanya melakukan hal yang serupa ?
Jujur saja, sebagai investor kelas teri, yang masih dalam tahap coba – coba, seringnya mengetahui berita mengenai kasus investasi membuat saya makin miris dan bertanya tanya, apakah uang saya aman diinvestasikan ke lembaga investasi tadi.

Sekedar mengingat, krisis ekonomi dunia sudah membangkrutkan lembaga investasi kelas kakap di amerika, dan eropa, sedangkan lembaga keuangan lainnya menanggung kerugian yang jumlahnya sangat besar. Bursa di seluruh dunia (atau di sebagian besar wilayah dunia??) terkoreksi sampai ke titik terendahnya. Oke.. tapi kalau soal bursa turun, buat saya berita ini tidak terlalu merisaukan, karena ini adalah bagian dari resiko investasi..
Dari luar negeri, ada kejadian yang membuat saya kaget adalah ketika muncul berita tentang kasus Bernard Madoff, yang menjalankan skema Ponzi dalam mengelola investasi. Parahnya lagi, ternyata yang dikibuli oleh Madoff ini adalah lembaga investasi dan perbankan kelas kakap yang katanya reputasinya sudah tidak diragukan.
Kalau mereka yang katanya sudah canggih seperti itu masih tertipu, bagaimana dengan saya yang ilmunya masih sangat dangkal ini ???
Kemudian dari Indonesia, ada kasus tentang short selling illegal yang melibatkan beberapa perusahaan sekuritas dan katanya membuat IHSG anjlok, terus ada kasus pengelolaan investasi Antaboga yang berhubungan dengan Bank Century, dan yang terakhir ini, ternyata ada lagi kasus dari Sarijaya Securities yang diduga menyalahgunakan dana nasabahnya…
Wah wah wah… sepertinya ada hikmah positif dari krisis ekonomi global saat ini : Banyak borok / praktek-praktek kotor yang dilakukan oleh lembaga investasi yang akhirnya terbongkar di kalangan luas. Saya sih yakin, sebetulnya masih banyak yang belum ketahuan dan mungkin akan segera menyusul.
Nah.. berkaca dari kejadian di atas, saya jadi bertanya – tanya, kira – kira instrument investasi apa yang paling aman dari unsur fraud seperti di atas ? Teman saya yang bekerja di perusahaan sekuritas tadi, malah menyarankan investasi dalam bentuk emas batangan, atau uang dollar. Saya sih belum bertanya lebih jauh apa pertimbangan teman saya tadi. Mungkin karena investasi emas dan uang dollar tersebut cukup liquid, value nya lebih jelas (kita memegang nilai riilnya, bukan hanya sertifikat kepemilikannya saja). Kalau saya sih, untuk long term investment, sepertinya lebih condong ke properti (rumah atau tanah)
Ah, tapi sepertinya saya kebanyakan nulis nih.. toh, duit yang saya miliki juga tidak seberapa, kok sudah sok–sok an nulis macam – macam seperti ini. Seolah-olah duit saya sudah banyak, dan harus miris serta waswas kalau tiba tiba uangnya hilang.
Saya rasa, untuk hal seperti ini, orang yang tidak memiliki invesasi bisa tetap bersyukur : setidaknya dia tidak khawatir investasinya akan hilang gara-gara dikelola oleh lembaga yang salah hehehe...
semoga masa suram segera berakhir