Tampilkan postingan dengan label tech. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tech. Tampilkan semua postingan

Minggu, Desember 20, 2009

Ngoprek Wifone Huawei ETS 2258

Setelah sudah sekian lama saya nggak nulis di blogs ini, perkenankanlah saya mencoba aktif lagi yaa ....

Dalam tulisan kali ini, topik bahasannya mengenai masalah teknis lagi... Harap maklum, karena hobi saya ngoprek lagi kambuh hehehe…

Seperti biasa, saya berikan disclaimer terlebih dahulu yaa.... Pengetahuan yang diperoleh di sini hanya untuk pembelajaran saja, tidak ditujukan untuk memperoleh keuntungan finansial atau dalam rangka melanggar hak cipta. Selain itu, apabila karena percobaan ini perangkat Anda menjadi rusak / tidak berfungsi sebagaimana mestinya, itu juga bukan tanggung jawab saya hehehe…

Oke.. ceritanya, setelah di tulisan sebelumnya saya sudah berhasil meng-inject Fixed Wireless Phone (FWP) LG LSP-345 bawaan Wifone dari operator Bakrie Telecom dengan StarOne dari Indosat, maka di eksperimen kali ini, saya mencoba melakukan hal yang sama, tetapi jenis terminal yang saya gunakan kali ini adalah Wifone dengan tipe Huawei ETS 2258. Ceritanya, saya memperoleh FWP Huawei ETS 2258 second dari penawaran di Kaskus. Saya sengaja mencari FWP yang second, maklumlah, nantinya FWP ini hanya untuk dioprek-oprek saja, sayang kan kalau harus beli baru hehehehe…

Terus kenapa saya memilih FWP ini? Alasan utamanya adalah karena FWP ini sudah support internet (bisa digunakan sebagai modem), dan ada tempat RUIM-nya (meskipun slot RUIM tidak terpasang). Saya tertantang untuk bisa memanfaatkan RUIM yang ada di FWP ini, dan selain itu, juga supaya FWP ini bisa dipasang dengan semua provider CDMA selain Wifone...

Naah, untuk mengoprek ini ada beberapa software yang saya gunakan yaitu :

1. Qualcomm PST (QPST) 2.7 build 323

2. Hex editor (terserah software apa yang akan dipakai, tapi dalam praktek, saya menggunakan Hex Editor Neo)

3. ZTE PST 3.16 (sebetulnya ini tidak diperlukan, tapi menurut saya bisa mempermudah program ngoprek saya...)

4.Bitpim

Mungkin semua software di atas bisa digantikan dengan Cdma Workshop, akan tetapi karena saya tidak punya pengalaman dengan Cdma Workshop, maka saya tidak bisa berkomentar lebih jauh hehehe…

Buat anda yang penasaran ikutan ngoprek, berikut langkah-langkanya :

1. koneksikan FWP Huawei tersebut dengan komputer menggunakan kabel USB yang tersedia dalam paket penjualan

2. buka Bitpim, cari port dimana FWP tersambung. Bitpim ini digunakan untuk melihat SPC (special programming code?). Setelah tersambung, pastikan masuk ke menu Browse file system, kemudian silakan dipantengin isi file nvm_0002. Di situ nanti akan terlihat ada 6 digit angka, yang merupakan SPC dari FWP tersebut... Catat baik - baik angka SPC ini, karena akan selalu ditanyakan ketika proses selanjutnya...

3. buka QPST Configuration, jangan lupa untuk add port FWP ke QPST server. Setelah FWP terdeteksi, untuk bisa menggunakan RUIM slot, buka program “Service Programming” bawaan QPST. Apabila ditanyakan SPC-nya, masukkan 6 digit yang diperoleh dari Bitpim di langka sebelumnya. Masuklah ke tab “1x/HDR Security”. di bagian R-UIM Config, pilih dengan “RUIM only” atau “RUIM if avail”. Jika dipilih “RUIM Only”, maka parameter operator yang akan dibaca adalah yang berada di kartu RUIM, akan tetapi jika dipilih “RUIM if avail”, maka bila RUIM card tidak dipasang, FWP akan membaca parameter yang di-inject ke dalamnya. Sampai di sini, FWP sudah bisa membaca / mendukung RUIM. Anda tinggal memasang connector RUIM saja dan kemudian pasang RUIM-nya, maka selesai deehh.... Akan tetapi, langkah ngoprek masih belum selesai... Kartu RUIM yang bisa dibaca oleh FWP hanya kartu ESIA / RUIM produk dari Bakrie Telecom lainnya., sedangkan RUIM dari untuk operator lainnya apabila dipasang akan ditolak hehehe,,,

4. Agar bisa menggunakan RUIM maupun setting dari operator lainnya, maka PRL di FWP ini harus diganti. Masalahnya adalah, ketika diganti dengan menggunakan program “Service Programming” QPST maupun dengan ZTE PST akan selalu gagal, karena memang masih di-lock untuk produk Bakrie Telecom saja...

5. Agar bisa membuka kunci (unlock), Anda perlu bantuan Hex Editor untuk membaca dan mengubah isi dari file NVM. Gunakan program “EFS Explorer” dari QPST. Setelah itu, copy-kan file dengan nama awal nvm_* ke hard disk komputer kita. File-file inilah yang nantinya perlu di-edit. Lalu, apa-nya yang harus di edit ?? Cobalah untuk mencari nilai hex dari SID Bakrie Telecom (10623). kalau ketemu, gantikan dengan SID operator yang diinginkan. Misalnya untuk Flexi adalah 10496, StarOne 10817, dst. Pastikan nilai SID tersebut sudah diganti ke dalam bentuk hexadecimal..

6. Setelah file nvm yang di edit selesai, copy-kan kembali file tersebut dari hard disk ke FWP dengan “EFS Explorer”.

7. Ganti PRL bawaan FWP dengan file PRL dari operator yang baru. Misalnya anda memilih Fren dari Mobile-8, maka gantilah PRL asli dengan PRL Fren (saya nggak akan membahas dari mana didapat PRL nya, silakan cari sendiri caranya yaaa...). Untuk menulis PRL yang baru, bisa dengan program ZTE PST (menurut saya lebih gampang), atau bisa juga dengan software “Service Programming” bawaan QPST.

Naah, langkah-langkah (trik) nya selesai sampai disitu. Kalau semua sudah sukses, maka FWP ini sekarang bisa digunakan untuk operator CDMA yang bekerja di frekuensi 800 MHz selain produk Bakrie Telecom, sesuai dengan parameter PRL yang ditulis. Disini saya sengaja nggak membeberkan caranya dengan jelas/gamblang, supaya Anda punya kesempatan ngoprek sendiri, karena saya memperoleh langkahnya juga dari hasil trial and error.

Nah, kalau sudah sukses melaksanakan langkah – langkah di atas, agar bisa digunakan untuk semua operator CDMA, maka kuncinya lagi –lagi di file NVM yang sudah saya sebutkan tadi. Edit saja parameter SID aslinya (10623) dengan nilai tertentu, sehingga SID nya menjadi suatu range/rentang (tidak spesifik menunjuk di angka tertentu)..

Happy ngoprek!!!… semoga sukses dan terminalnya tidak malah rusak huehehe…

Senin, Januari 26, 2009

Aksesoris Laptop Murah Meriah

Hari Sabtu kemarin, saya pergi ke Depok untuk membeli aksesoris untuk laptop saya dan juga mau cuci mata tentunya. love Maklumlah, tempat tinggal saya kan di tengah hutan jauh dari “peradaban”. Saya tepatnya berencana untuk membeli kunci pengaman dan headset untuk laptop. Bukannya apa – apa, saya sering merasa ngeri juga kalau sedang di kantor, ketika laptop saya hanya tergeletak begitu saja di meja tanpa pengaman tambahan. Apalagi baru – baru ini saya pindah ruangan, dan di ruangan yang baru ini saya tidak mempunyai laci yang bisa dikunci, sehingga ada sedikit kesulitan untuk mengamankan laptop saya. Sebetulnya saya bisa saja nitip laptop ke laci teman, atau minta tolong tetangga meja sebelah untuk menjaga laptop saya. Akan tetapi, tentunya kalau minta tolong terus menerus saya juga jadi nggak enak, selain merepotkan juga hehehe. Kemudian soal headset, pemikiran saya adalah masalah privasi saja, supaya tidak menggangu orang lain. Saya ingin suara desahan saat nonton bokep tidak terdengar oleh tetangga sebelah headache

Nah, sebelum membeli sesuatu, kebiasaan saya adalah mencari tahu range harga untuk produk yang akan saya beli. Dari hasil ngobrol di kantor dan browsing di internet, ternyata harga untuk kunci pengaman laptop bervariasi, dari yang hanya puluhan ribu rupiah, sampai yang ratusan ribu, tergantung merek dan tipenya tentunya. Kemudian untuk headset, saya mencari yang tipe bukan in-ear earphone, tapi model headset seperti yang dipakai oleh penyanyi ketika rekaman. Untuk headset ini, dari hasil cek di Bhinneka, ternyata range harganya lebih variatif, mulai dari puluhan ribu sampai jutaan rupiah.

Akhirnya dengan modal uang di dompet sebesar 140 ribu, saya pergi ke Depok. Saya memilih untuk berbelanja di daerah Pondok Cina, karena di situ ada beberapa buah toko peralatan komputer yang cukup lengkap, dekat tempat mahasiswi kuliah, dan sambil berharap kejadian lama bisa terulang kembali. bigsmile Singkat kata, saya sampai di salah satu toko. Setelah memarkir motor, segera saya disambut oleh penjaga toko. Sayangnya kali ini yang jaga tokonya cowok. cry pPupus sudah kesempatan cuci mata, pupus sudah mengulang cerita lama, ingin rasanya aku segera lari dari toko ini...p

Akhirnya saya bertanya harga kunci laptop, dan ternyata harga yang ditawarkan 35 ribu rupiah, sama seperti harga di website suatu toko di Mangga Dua. Saya mencari tipe kunci yang klik di hati menggunakan kombinasi angka seperti kunci koper, tapi sayangnya tidak ada. Akhinya saya membeli yang tipe biasa saja, tapi tak apa lah, yang penting hatinya fungsinya..

Karena terpikir sisa duit di dompet, saya ragu – ragu untuk bertanya harga headset. Malu laah kalau saya sudah bertanya dan ketika membayar uangnya kurang. Apalagi sebelumnya uang saya sudah berkurang untuk isi bensin hehehe. Di display etalase terlihat headset merek SonicGear, dan akhirnya iseng saja saya tanya harganya. Setelah disebutkan, ternyata harganya nggak masuk di dompet saya bigsmile Tapi sepertinya si penjual tahu kalau duit saya kurang p , dan diambilkan versi handset yang murah meriah. Setelah dibuka kardusnya, akhirnya saya diberi kesempatan mencoba headset tersebut dengan sebuah MP3 player. Terdengar suara desahan nikmat dari MP3 player tersebut headache

Ternyata suara yang dihasilkan lumayan laah, setidaknya untuk kuping saya yang nggak begitu paham soal urusan audio. Si penjual bilang kalau tipe yang sedang saya coba ini memang banyak dicari *nggak tahu yah, dia ngibul apa enggak*. Yang membuat hati saya lega, ternyata harganya hanya 25 ribu, jauh dari taksiran saya yang cantik, manis dan baik hati itu saya kira di atas 70 ribu rupiah *mengingat saya pernah melihat barang sejenis ini di Carrefour dengan harga segitu*

Singkat kata, setelah membayar, akhirnya saya lanjutkan acara dengan melakukan napak tilas di kampus tercinta, dan akhirnya pulang ke pertapaan. Setelah sampai di rumah, akhirnya semua perangkat saya coba lagi untuk memastikan semua berfungsi dengan baik. Kunci laptop saya putar - putar, buka tutup, dan ternyata semuanya baik baik saja. Tiba giliran si headphone… saya coba dengan memutar MP3, lagunya terdengar nyaring, saya coba memutar film bokep, desahannya terdengar bening dan stereo headache headache Intinya, sejauh ini puas laah dengan hasil belanja kemarin. Semoga saja aksesoris ini nanti awet deh, setidaknya sesuai dengan masa pakai laptop saya hehehe…

PS : Don't try this at home p

Sabtu, Januari 24, 2009

Windows Live Writer

Thank God, hari ini, akhirnya saya bisa istirahat di rumah, setelah weekend minggu lalu saya harus ke kantor karena membantu perbaikan data. Pagi tadi, sehabis bangun tidur, saya iseng online. Mumpung ini weekend, maka ada kesempatan untuk bangun siang hehehe..

Setelah mencoba iseng iseng melihat program yang terinstall di komputer saya, akhirnya nggak sengaja saya mengklik salah satu program bawaan Windows XP yang ada di Start Menu, yaitu MSN Installer. Saya sebelumnya sengaja tidak menggunakan MSN ini karena memang tidak punya account Hotmail, dan ketika online lebih sering menggunakan Yahoo! Messenger.

Dalam bayangan saya, program ini nantinya pasti hanya akan menginstall Windows Live messenger saja.. ternyata saya salah. Begitu saya mengklik MSN installer tadi, saya dibawa ke suatu halaman Windows Live. Disitu saya baru tahu, ternyata ada beberapa program tambahan lainnya yang bisa diinstall.

windows live setup

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Installer Windows Live

pilihan program windows live

Pilihan Program yang bisa diinstall

Setelah saya explore jenis program yang bisa diinstall, akhirnya saya memutuskan untuk menginstall Windows Live Writer saja. Selain Windows Live Writer, Anda juga bisa memilih Live Messenger, Mail, Photo Gallery, Toolbar, Family Safety, dll. Kalau semua diinstall, kalau tidak salah diperlukan download hampir 200 MB. Karena saya tahu diri kalau koneksi internet saya masih cupu, akhirnya saya pilih saja untuk menginstall Windows Live Writer, karena hanya diperlukan download sekitar 7 MB. Windows Live Writer ini berguna untuk membantu menulis blog, seperti Microsoft Word. Buat Anda yang sering menulis blog, mungkin program ini bisa membantu Anda, daripada langsung menulis di webpage nya langsung, dengan program ini, kita bisa menulis di komputer sendiri terlebih dahulu, baru setelah selesai di publish ke blog kita.

windows live writer

screenshot Windows Live Writer

Windows Live Writer ini mendukung beberapa blog service antara lain  :

  • Windows Live Spaces
  • SharePoint blog
  • Blogger
  • WordPress
  • TypePad

Bahkan kalau Anda belum punya account blog, Anda ditawarkan untuk mendaftar di Windows Live blog service.

Begitu program ini selesai diinstall, Anda akan ditawari untuk men-setting blog service yang Anda gunakan. Karena saya menggunakan Blogger, saya tinggal masukkan url blog saya, kemudian memasukkan username dan passwordnya. Setelah itu, program ini akan mendownload template blog yang kita pakai, dan  akhirnya ketika kita menulis blog dengan program ini, sudah terasa seperti langsung dipublish di blog kita masing - masing

Dari hasil coba – coba, program ini secara umum mudah untuk digunakan. Saya belum menemukan kesulitan yang berarti ketika mencoba program ini.

Oiya, ini posting pertama saya menggunakan Windows Live Writer hehehe

Senin, Januari 05, 2009

Cacat Pada RAM (Memori) Komputer

Anda menggunakan sistem operasi Microsoft Windows ? saya yakin sebagian besar dari Anda menggunakannya, setidaknya mengetahui / pernah menggunakannya. Jika Anda menggunakan Sistem Operasi (OS) Microsoft Windows, Anda akan sangat beruntung, kalau saja tidak pernah mengalami yang namanya BSoD (Blue Screen of Death / Layar Biru). Buat Anda yang belum ngeh juga apa itu BSoD, itu lho... kalau komputer / laptop Anda tiba - tiba berubah layarnya menjadi berwarna biru, gambarnya hilang dan yang muncul adalah tulisan yang "menyeramkan", yang intinya adalah komputer /laptop Anda berhenti bekerja karena satu dan lain hal, dan harus di restart
Nah, belum lama ini, saya juga merasa sangat jengkel karena yang namanya BSoD tersebut. Komputer saya, dan akhirnya laptop saya juga, mengalami BSoD yang cukup sering. Kalau saja hanya sesekali, itu sih tidak menjadi masalah. Akan tetapi kejadiannya bisa berulang - ulang. Untuk yang di komputer desktop saya, BSoD selalu terjadi ketika proses booting, sehingga komputer tidak sampai masuk ke "logon screen" di Windows. Sedangkan di laptop saya, kejadiannya lebih random lagi.BSoD bisa terjadi saat proses booting, saat sudah login, atau ketika saya sedang menjalankan suatu program.
Kebetulan dari pengalaman saya tersebut, dua - duanya terjadi setelah saya melakukan upgrade RAM / system memory komputer dan laptop saya, sehingga asal penyebab BSoD tersebut lebih mudah ditemukan / ditebak.
Untuk komputer saya, hampir dipastikan RAM mengalami cacat, karena jika RAM yang cacat tersebut dicabut, BSoD tidak terjadi, tetapi ketika RAM dipasang lagi, terjadi BSoD lagi. Lagipula RAM yang saya beli adalah RAM bekas, sehingga mudah untuk "menyalahkan" RAM tersebut sebagai sumber masalah hehehe..
Untuk kejadian di laptop saya, agak lebih susah ditebak. Memang sih, kejadian seringnya BSoD tersebut setelah saya upgrade RAM. Tadinya laptop saya mempunyai RAM 1GB, akan tetapi kemudian saya beli 1 slot lagi berkapasitas 2GB. Awalnya saya mengira bahwa BSoD terjadi karena modul RAM yang saya beli tidak cocok jika disandingkan dengan laptop bawaan RAM, bukan karena defect/cacat.Akhirnya saya memutuskan untuk mengistirahatkan RAM asli bawaan laptop, dan menginstall RAM 2GB yang baru saya beli. Setelah saya hanya menginstall 1 slot RAM saja, ternyata masalah BSoD juga tidak selesai dan semakin membuat jengkel. Setelah browsing sana - sini, donlot software ini itu, akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa RAM komputer saya mengalami defect / cacat bawaan dalam proses manufaktur.
Oiya, berikut software yang bisa Anda pakai untuk mengetest apakah RAM anda mengalami defect :
1. Memtest86+
Program ini yang akhirnya saya gunakan untuk mengetest RAM saya. Program ini free, jadi Anda bisa menggunakannya tanpa harus mengeluarkan uang lebih. Kebetulan saya tidak perlu mendownload program ini, tapi saya menggunakan program bawaan dari Ubuntu Linux Intrepid
2. Windows Memory Diagnostic
Program ini merupakan produk dari Microsoft, dan bisa digunakan juga secara gratis, tanpa harus membayar. Saya tidak sempat menggunakan produk ini, meskipun sudah mendownloadnya, karena harus membuat Boot CD (padahal saya lagi nggak punya CD-R kosong), tetapi dari referensi yang saya baca, Anda bisa menggunakannya untuk mengetest defect dalam memori.

Oiya, dari hasil test tersebut, ada 1 pertanyaan yang sampai sekarang masih belum terjawab.Saya bingung, mengapa kalau saya menggunakan OS Linux, crash karena memori error tersebut tidak terjadi, sedangkan di Windows terjadi?? Apakah aman kalau saya ambil kesimpulan kalau Linux ternyata lebih fault tolerant dalam hal memory error handling dibandingkan Windows ?
Meskipun mengalami masalah tersebut sangat menjengkelkan, akan tetapi selalu ada hal positif yang bisa dipetik hehehe. Dari situ saya semakin sadar bahwa membeli RAM tidak boleh ngasal. Setidaknya carilah yang memiliki lifetime warranty sehingga mudah untuk ditukarkan kalau terjadi masalah. Seperti yang terjadi dengan saya, akhirnya RAM laptop saya bisa ditukar dengan yang baru, dan semoga masalah BSoD ini sudah benar-benar berakhir...

Thanks God Its not Blue :D

Rabu, Agustus 13, 2008

CDMA Injection dari R-UIM, Do It Yourself

Inject Handphone, Apa itu?
Sebenarnya agak sulit untuk menggambarkan apa itu proses yang disebut dengan inject handphone. Di Indonesia, proses inject ini mungkin kurang popular, mungkin ini dikarenakan bahwa disini penjualan handphone tidak dilakukan bundling dengan starter pack (paket perdana) dari operator telepon seluler (network provider) seperti Telkomsel, Indosat atau operator lainnya. Lagipula, umumnya handphone yang beredar di sini menggunakan jaringan GSM, dimana informasi dan setting jaringan berada di sebuah kartu yang disebut dengan SIM. Dengan mulai maraknya operator CDMA akhir – akhir ini, maka jasa inject handphone pun mulai bermunculan. Lalu, inject itu ngapain ? Pada dasarnya proses ini adalah proses untuk memasukkan setting dan informasi lain tentang pelanggan dan jaringannya ke dalam handphone kita, untuk kemudian handphone kita bisa digunakan di jaringan operator tertentu. Jadi misalnya kita ingin menggunakan operator esia dari Bakrie Telecom, maka informasi tentang setting jaringan esia tersebut dimasukkan ke handphone kita. Jika handphone kita mendukung R-UIM (dapat dianalogikan dengan SIM di GSM network), maka informasi dan setting tentang operator esia tersebut sudah berada di dalam R-UIM dalam kartu perdana yang kita beli. Jadi, kita tinggal memasukkan potongan R-UIM ke dalam handphone, nyalakan handphon, dan boom… handphone kita sudah bisa terkoneksi ke operator esia (selama ada sinyalnya tentu saja). Nah, masalahnya tidak semua handphone CDMA itu mendukung R-UIM, biarpun akhir – akhir ini sudah mulai banyak yang mendukung. Untuk yang belum mendukung R-UIM, proses inject handphone mutlak harus dilakukan sebelum handphone kita bisa digunakan untuk menelepon dan SMS atau layanan lainnya.

Sebelum melangkah untuk inject handphone, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui, diantaranya :

1. ESN number :

ESN (electronics serial number) adalah informasi tentang identitas handphone kita. Dalam dunia GSM, umum disebut dengan IMEI (International Mobile Equipment Identity). Ini adalah sebuah nomor unik yang membedakan suatu handphone dengan handphone lainnya. Biasanya ESN tercantum dalam 2 macam penulisan, yaitu dengan Sistem Bilangan Decimal (ESN DEC) atau dengan Sistem Bilangan Hexadecimal (ESN HEX). Nah, yang akan kita pakai sewaktu inject biasanya adalah nomor ESN HEX

2. MIN

MIN (mobile identity number ??) merupakan identitas nomor telepon kita di database operator. Nomor MIN ini tidak selalu sama dengan nomor telepon kita. Jadi, misalnya nomor telepon saya (021)30212115, nomor MIN saya mungkin 2130212115, atau mungkin juga nomor yang lain

3. SID

SID (System ID) adalah identitas jaringan operator yang kita pakai. Misalnya untuk Flexi SID nya adalah 10496, Esia : 10623, Mobile-8 : 10530, dan StarOne :10817

4. NID

NID (Network ID) ini juga ada hubungannya dengan jaringan operator. Saya sendiri tidak tahu persis gunanya untuk apa, tetapi biasanya parameter ini selalu terkait dengan SID.

5. Channel

Channel ini mungkin bisa dianalogikan dengan saluran TV.Seperti stasiun TV, setiap provider juga mempunyai channel sendiri – sendiri

6. A-Key

Saya tidak tahu persis apa guna A-Key ini, tetapi yang saya tahu, tidak semua provider mendukung A-Key. Guna A-Key ini adalah semacam kunci / password untuk pengamanan tambahan selain ESN dan MIN

Mengapa harus inject sendiri ?

Sekarang ini sudah banyak teknisi / tukang reparasi handphone yang bisa melakukan inject, jadi mungkin pertanyaan yang muncul adalah, kenapa harus melakukan sendiri ?

Jawaban untuk pertanyaan tersebut bagi tiap orang mungkin berbeda – beda. Prosedur inject resmi adalah sebagai berikut :

1. Masukkan setting dan parameter ke dalam handphone (biasanya disebut dengan setting NAM)

2. Daftarkan ESN dan MIN ke pihak operator (supaya ESN kita dicatat dalam database mereka)

3. Operator akan memberikan A-Key (bila operator itu mendukung A-Key)

4. Masukkan lagi parameter A-Key ke handphone

Akan tetapi latar belakang saya melakukan inject sendiri adalah karena saya ingin menghindari langkah nomor 2. Alasan utamanya adalah karena saya malas harus datang ke galeri / gerai / support center tiap operator setiap kali ingin ganti nomor.Lagipula saya sering iseng mencoba membeli kartu perdana baru dan mengotak atik fitur yang ada dalam kartu perdana tersebut. Saya ingin agar nomor kartu perdana tersebut bisa di inject kedalam HP tanpa harus ke galeri / gerai operator.

Awalnya dasar pemikiran saya, seharusnya setiap R-UIM card, pastilah juga mempunyai identitas yang unik semacam ESN, karena kalau kita membeli kartu perdana, kita tidak perlu lagi registrasi ke galeri operator, tapi langsung terkoneksi ke jaringan mereka. Akhirnya saya berusaha mencari cara bagaimana untuk melihat setting dan parameter dalam R-UIM

Untuk Nokia 2115 (kebetulan itu handphone yang saya punya), ternyata menunya bisa diakses dengan menekan : *3001#12345#

Ternyata, setiap R-UIM mempunyai parameter bernama SIM ID. Selain itu dari menu tersebut bisa juga dilihat SID, NID, channel, country code, dan parameter lainnya yang digunakan untuk proses inject.

Nah, pesawat yang menjadi “korban” untuk percobaan inject saya adalah Wifone LG LSP -345.

Akhirnya saya coba mengganti ESN LG LSP-345 tersebut dengan SIM ID dari kartu R-UIM yang akan saya inject (untuk yang mempunyai pesawat sejenis, security code nya adalah 187288, tapi mungkin punya anda bisa berbeda). Saya coba inject-kan parameter kartu StarOne ke pesawat tersebut. Setelah setting parameter selesai, dan ESN telah diganti dengan SIM ID R-UIM card StarOne, Horee…. Akhirnya pesawat Wifone saya sudah berubah menjadi beroperasi di jaringan StarOne. Tetapi yang lebih aneh, ketika R-UIM card yang saya inject tersebut diaktifkan di HP Nokia 2115 dan dihubungi dari telepon lain, ternyata kedua – duanya aktif. Jadi rupanya sekarang nomor telepon saya ter-cloning, 1 di pesawat telepon LG, satu lagi di HP Nokia 2115, dan ketika ditelpon / sms, kedua duanya sama sama menerima hihihi..

Oiya, sekedar mengingatkan, mungkin sebetulnya mengganti ESN adalah perbuatan illegal, jadi sebaiknya Anda berhati hati :P