Minggu, Desember 20, 2009

Ngoprek Wifone Huawei ETS 2258

Setelah sudah sekian lama saya nggak nulis di blogs ini, perkenankanlah saya mencoba aktif lagi yaa ....

Dalam tulisan kali ini, topik bahasannya mengenai masalah teknis lagi... Harap maklum, karena hobi saya ngoprek lagi kambuh hehehe…

Seperti biasa, saya berikan disclaimer terlebih dahulu yaa.... Pengetahuan yang diperoleh di sini hanya untuk pembelajaran saja, tidak ditujukan untuk memperoleh keuntungan finansial atau dalam rangka melanggar hak cipta. Selain itu, apabila karena percobaan ini perangkat Anda menjadi rusak / tidak berfungsi sebagaimana mestinya, itu juga bukan tanggung jawab saya hehehe…

Oke.. ceritanya, setelah di tulisan sebelumnya saya sudah berhasil meng-inject Fixed Wireless Phone (FWP) LG LSP-345 bawaan Wifone dari operator Bakrie Telecom dengan StarOne dari Indosat, maka di eksperimen kali ini, saya mencoba melakukan hal yang sama, tetapi jenis terminal yang saya gunakan kali ini adalah Wifone dengan tipe Huawei ETS 2258. Ceritanya, saya memperoleh FWP Huawei ETS 2258 second dari penawaran di Kaskus. Saya sengaja mencari FWP yang second, maklumlah, nantinya FWP ini hanya untuk dioprek-oprek saja, sayang kan kalau harus beli baru hehehehe…

Terus kenapa saya memilih FWP ini? Alasan utamanya adalah karena FWP ini sudah support internet (bisa digunakan sebagai modem), dan ada tempat RUIM-nya (meskipun slot RUIM tidak terpasang). Saya tertantang untuk bisa memanfaatkan RUIM yang ada di FWP ini, dan selain itu, juga supaya FWP ini bisa dipasang dengan semua provider CDMA selain Wifone...

Naah, untuk mengoprek ini ada beberapa software yang saya gunakan yaitu :

1. Qualcomm PST (QPST) 2.7 build 323

2. Hex editor (terserah software apa yang akan dipakai, tapi dalam praktek, saya menggunakan Hex Editor Neo)

3. ZTE PST 3.16 (sebetulnya ini tidak diperlukan, tapi menurut saya bisa mempermudah program ngoprek saya...)

4.Bitpim

Mungkin semua software di atas bisa digantikan dengan Cdma Workshop, akan tetapi karena saya tidak punya pengalaman dengan Cdma Workshop, maka saya tidak bisa berkomentar lebih jauh hehehe…

Buat anda yang penasaran ikutan ngoprek, berikut langkah-langkanya :

1. koneksikan FWP Huawei tersebut dengan komputer menggunakan kabel USB yang tersedia dalam paket penjualan

2. buka Bitpim, cari port dimana FWP tersambung. Bitpim ini digunakan untuk melihat SPC (special programming code?). Setelah tersambung, pastikan masuk ke menu Browse file system, kemudian silakan dipantengin isi file nvm_0002. Di situ nanti akan terlihat ada 6 digit angka, yang merupakan SPC dari FWP tersebut... Catat baik - baik angka SPC ini, karena akan selalu ditanyakan ketika proses selanjutnya...

3. buka QPST Configuration, jangan lupa untuk add port FWP ke QPST server. Setelah FWP terdeteksi, untuk bisa menggunakan RUIM slot, buka program “Service Programming” bawaan QPST. Apabila ditanyakan SPC-nya, masukkan 6 digit yang diperoleh dari Bitpim di langka sebelumnya. Masuklah ke tab “1x/HDR Security”. di bagian R-UIM Config, pilih dengan “RUIM only” atau “RUIM if avail”. Jika dipilih “RUIM Only”, maka parameter operator yang akan dibaca adalah yang berada di kartu RUIM, akan tetapi jika dipilih “RUIM if avail”, maka bila RUIM card tidak dipasang, FWP akan membaca parameter yang di-inject ke dalamnya. Sampai di sini, FWP sudah bisa membaca / mendukung RUIM. Anda tinggal memasang connector RUIM saja dan kemudian pasang RUIM-nya, maka selesai deehh.... Akan tetapi, langkah ngoprek masih belum selesai... Kartu RUIM yang bisa dibaca oleh FWP hanya kartu ESIA / RUIM produk dari Bakrie Telecom lainnya., sedangkan RUIM dari untuk operator lainnya apabila dipasang akan ditolak hehehe,,,

4. Agar bisa menggunakan RUIM maupun setting dari operator lainnya, maka PRL di FWP ini harus diganti. Masalahnya adalah, ketika diganti dengan menggunakan program “Service Programming” QPST maupun dengan ZTE PST akan selalu gagal, karena memang masih di-lock untuk produk Bakrie Telecom saja...

5. Agar bisa membuka kunci (unlock), Anda perlu bantuan Hex Editor untuk membaca dan mengubah isi dari file NVM. Gunakan program “EFS Explorer” dari QPST. Setelah itu, copy-kan file dengan nama awal nvm_* ke hard disk komputer kita. File-file inilah yang nantinya perlu di-edit. Lalu, apa-nya yang harus di edit ?? Cobalah untuk mencari nilai hex dari SID Bakrie Telecom (10623). kalau ketemu, gantikan dengan SID operator yang diinginkan. Misalnya untuk Flexi adalah 10496, StarOne 10817, dst. Pastikan nilai SID tersebut sudah diganti ke dalam bentuk hexadecimal..

6. Setelah file nvm yang di edit selesai, copy-kan kembali file tersebut dari hard disk ke FWP dengan “EFS Explorer”.

7. Ganti PRL bawaan FWP dengan file PRL dari operator yang baru. Misalnya anda memilih Fren dari Mobile-8, maka gantilah PRL asli dengan PRL Fren (saya nggak akan membahas dari mana didapat PRL nya, silakan cari sendiri caranya yaaa...). Untuk menulis PRL yang baru, bisa dengan program ZTE PST (menurut saya lebih gampang), atau bisa juga dengan software “Service Programming” bawaan QPST.

Naah, langkah-langkah (trik) nya selesai sampai disitu. Kalau semua sudah sukses, maka FWP ini sekarang bisa digunakan untuk operator CDMA yang bekerja di frekuensi 800 MHz selain produk Bakrie Telecom, sesuai dengan parameter PRL yang ditulis. Disini saya sengaja nggak membeberkan caranya dengan jelas/gamblang, supaya Anda punya kesempatan ngoprek sendiri, karena saya memperoleh langkahnya juga dari hasil trial and error.

Nah, kalau sudah sukses melaksanakan langkah – langkah di atas, agar bisa digunakan untuk semua operator CDMA, maka kuncinya lagi –lagi di file NVM yang sudah saya sebutkan tadi. Edit saja parameter SID aslinya (10623) dengan nilai tertentu, sehingga SID nya menjadi suatu range/rentang (tidak spesifik menunjuk di angka tertentu)..

Happy ngoprek!!!… semoga sukses dan terminalnya tidak malah rusak huehehe…

Minggu, April 12, 2009

Selamat Paskah !

Untuk Anda umat kristiani atau yang ikut merayakan Paskah, saya ingin mengucapkan : Selamat Paskah, semoga kebangkitan Yesus Kristus dapat menjadi sumber sukacita bagi umat manusia

Untuk diri sendiri : semoga dengan Paskah ini, saya menjadi manusia yang lebih baik

Sabtu, Maret 21, 2009

Ganti Handphone Lagi

Sekitar awal bulan maret ini, saya terpaksa membeli handphone yang baru, karena handphone saya yang lama hilang. Untungnya, *mengikuti falsafah jawa, bisa bersyukur meskipun handphone hilang* handphone saya tersebut sudah dipakai selama lebih dari 1 tahun, sehingga tidak terlalu disesali. Handphone saya yang lama adalah LG KG195, yang harganya terbilang cukup murah meriah saat itu, karena masih di bawah 1 juta rupiah tetapi sudah mengusung teknologi bluetooth, external memory, kamera, bisa memutar video dan mp3, java, dll. Intinya, handphone tersebut fiturnya sudah cukup lah untuk saya yang hanya menginginkan fitur hiburan standar di handphone.


LG KG195

Nah, ketika ingin mencari pengganti untuk kekasihku yang telah pergi  si KG195 tersebut, saya juga ingin mencari fitur yang setara. Fitur yang must have tentunya adalah : external memory, pemutar mp3, bluetooth dan java *selain fitur bisa telepon dan sms tentunya*. Kalaupun ada fitur kamera, itu cuma tambahan saja, karena saya juga jarang berfoto dengan kamera handphone *maklum model profesional, nggak level kalau cuma dipotret dengan handphone huahahahahaha*. Tadinya sih saya berpikiran untuk membeli handphone yang under 1 juta lagi, akan tetapi saya tergoda juga karena ada handphone berfitur 3g yang ternyata harganya cukup wajar dan masih terjangkau, sekitar 1,3 – 1,4 juta.

Saat membeli si KG195, saya tidak membelinya sendiri. Saya menyuruh meminta tolong kakak dan adik saya untuk mencarikan dan memilihkan handphone tersebut. Seingat saya waktu itu titip dibelikan LG KG300, tetapi ternyata akhirnya malah membeli si KG195. Nah, saat membeli handphone yang baru ini pun, saya juga tidak membeli sendiri. Kebetulan adik saya sedang ada acara di Jakarta (adik saya bekerja di Balikpapan), sehingga pas sedang di rumah dan akan belanja, saya sekalian nitip beliin handphone hehehe.. *asas manfaat* :D Saya tertarik dengan LG KU380, karena sudah mengusung fitur 3g dan kebetulan teman saya ada yang memakai handphone tersebut, sepertinya cukup oke dan harganya masih terjangkau. KU380 punya teman saya warnanya putih dan bergaris hijau, tetapi saya kurang suka dengan warna putihnya, karena menurut saya terlihat terlalu cewek, sehingga saya memilih yang berwarna hitam. Adik saya pun mencarikan handphone tersebut di Mal Depok, kemudian juga di ITC Depok, tetapi tidak bisa menemukan warna hitam yang saya cari. Sebetulnya katanya di Mal Depok ada yang menjual warna hitam, tetapi harga yang ditawarkan tidak sesuai harga pasar,dan akhirnya tidak dibeli. Akhirnya saat sudah malam, kakak saya menyusul adik saya sambil sekalian diajak mencarikan istri handphone untuk saya. Saat mencari di counter, kakak saya ditawari Samsung L170, yang fiturnya mirip dan harganya tidak jauh dari LG KU380. Pilihan saya saat itu tetap KU380 warna hitam, akan tetapi setelah mereka berdua memutar di ITC Depok, dan kemudian ke Detos, tetap tidak ditemukan KU380 warna hitam, saya harus memilih alternatif lain *kasihan soalnya, sudah capek kesana kemari*.


LG KU380

Just info, saat kakak dan adik saya mencari handphone, saya di rumah browsing di internet untuk melihat fitur sekaligus harga pasarannya, supaya paling tidak mereka tidak akan dikibuli mentah-mentah oleh penjualnya. Setelah membaca-baca referensi dan review, akhirnya saya pun memilih tawaran Samsung L170 tersebut.


Samsung L170

Samsung L170 ini sudah memenuhi fitur yang saya cari tadi : ada external memory, pemutar mp3, bluetooth dan java, dan malah mendapatkan paket microSD card gratis 1 GB (lumayan, tidak usah beli external memory lagi hehehe). Kelebihan lainnya adalah, sudah mendukung 3G, serta resolusi kameranya 2MP jauh lebih tinggi resolusinya daripada KG195 yang hanya VGA. Handphone ini akhirnya terbeli seharga Rp. 1.360.000,00. Semoga saja nggak kemahalan hehehe..

Last wishes, semoga si L170 ini bisa dipakai dalam waktu yang lama, tidak rewel, dan nggak hilang lagi hehehehehe.

Kenali Lawan Bicaramu…

Dahulu, ketika waktu masuk SMU 1 Klaten (waktu itu sih istilahnya masih SMU, bukan SMA), saya cukup banyak harus beradaptasi. Harap maklum, karena kebetulan SMP saya tidak satu kota dengan SMU, sehingga teman di SMU adalah wajah-wajah baru. Waktu itu, di SMU saya, setiap 1 kelas diisi oleh 45 murid, dan totalnya ada 10 kelas paralel, jadi kira–kira murid kelas 1 jumlahnya  sekitar 450 orang. Oleh karena itu wajar saja kalau di antara sesama kelas 1 belum tentu saling kenal, apalagi kalau berbeda kelas. Nah, kejadiannya saat itu hari jumat, dimana teman –teman muslim sedang sholat jumat, kami siswa kristiani juga mengadakan kegiatan persekutuan doa. Saat itu kebetulan waktu setelah catur wulan II baru dimulai, sehingga murid – murid baru saja menerima raport untuk catur wulan I. Sambil menunggu persekutuan doa dimulai, kami pun sesama anak kelas 1 (yang berbeda kelas) saling berbincang (meskipun belum semuanya saling kenal). Karena saat itu adalah pertama kali anak kelas 1 menerima raport di SMU, wajar saja kalau obrolannya juga tidak jauh – jauh dari nilai raport *soalnya sekolahku sekolahannya anak – anak baik, jadi obrolannya tetap seputar pelajaran hahaha ….. :P* sehingga timbullah obrolan kira-kira seperti ini  *aslinya sih obrolan ini dalam bahasa jawa*

teman 1 : waktu terima raport, siapa yang juara 1 di kelasmu ?

teman 2 : kalau di kelasku sih si A *saya lupa tepatnya* 

teman 3 : ooo, yang dari SMP anu yah…

teman 1 : iya, yang dari sana itu lho.. nggak heran lah, dari dulu sudah pintar kok anaknya .…

saya : orangnya yang mana sih ?

teman 1 : itu, yang cewe, yang dari SMP anu..

saya : ooo .. ya ya.. aku tau

teman 2 : kalau yang ranking 1 paralel siapa..

teman 1 : katanya sih si B.. yg dari SMP X itu lho…

saya : wah, hebatt…

teman 1 : kalau yang dari 1J, siapa *kelas 1J itu adalah kelas saya*

teman 2 : namanya sih L Didi *hey friends, that’s my name… !!!*

teman 3 : L Didi itu orangnya yang mana sih ?

saya : oo.. L Didi ya??? itu saya…. *sambil senyum – senyum*

teman 3 : ……………. *speechless, sambil senyum senyum kecut karena malu*

teman 1 dan 2 : ………. *sama, diam juga hehehe*

*obrolan pun tidak dilanjutkan, karena sudah garing :P*

nah… moral of the story-nya adalah : sebelum membicarakan orang, pastikan orang yang menjadi subyek pembicaraan tidak berada di tempat itu ya… Untungnya *katanya, se-sial apapun, orang jawa selalu bisa bilang untungnya* waktu itu teman – teman baru ini tidak sedang menggosipkan sesuatu yang buruk tentang saya.. kalau iya… walah…. bisa-bisa terjadi pertumpahan darah deh…..

Senin, Maret 16, 2009

Nostalgila….

Uh..

Timeframe : Selasa, 18 Maret 1997
Venue : salah satu ruang kelas sebuah sekolah kampungan saat  kelas agama dan gurunya nggak datang
Attendee : Siswa – siswi kelas IIIA

Dear my old friend, at that time, me and you together. do you still remember me?? where are you now.. i miss you… you know, that was a special moment for me.

gilaaaa… udah 12 tahun kita nggak ketemu lagi. semoga kamu dan kalian baik – baik saja.

Kisah Jenderal Pemburu Gajah (Episode I)

Pada suatu masa, di sebuah hutan nan lebat, hiduplah sekawanan gajah liar. Gajah – gajah tersebut tinggal di hutan dengan damai, dan tidak pernah terusik oleh kehidupan manusia. Alkisah, seorang pemburu bernama Guga Egigu, ditugaskan oleh penduduk desa untuk berburu gading gajah. Si Guga berbekal senapan laras panjang berisi peluru yang mengandung bius dengan gagah berani berhasil masuk ke dalam hutan sendirian. Ia tidak takut akan keadaan hutan yang sunyi senSyap dan banyak binatang liarnya. Tak juga ia takut terhadap macan ataupun singa si raja hutan.

Pada cerita sebelumnya, di desa Guga diadakan upacara pemilihan jenderal yang akan menjadi calon pemimpin desa. Guga menjadi salah satu kontestannya. selain Guga, terdapat pula Gembil, si Gembul, Si Jangkung, si Preman dan si Tole. Singkat cerita, si Gembil dipilih sebagai kontestan yang terbaik. Akan tetapi, sayangnya si Gembil tidak bisa diangkat menjadi Jenderal, karena terlalu sering pusing dan sakit kepala, sehingga harus mundur. Akibatnya, si Gembil pun malah diberikan puyer bintang tujuh *sebagai ganti lencana bintang jenderal*. Kandidat yang lolos  pun akhirnya hanya tinggal 5 orang yaitu Guga, Gembul, Jangkung,  Preman, dan Tole.

Rupanya hutan tempat gajah berada teresebut letaknya berada jauh di pinggiran sebuah kota, sedangkan desa si Guga letaknya di sisi lain dari kota tersebut, sehingga untuk menuju hutan, si Gugak dkk harus melalui kota tersebut, dan keluar lagi ke hutan.

Alkisah, saat perjalanan dari desa menuju hutan, satu – persatu kontenstan tumbang. Ketika perjalanan baru berjalan 500 tombak dari gerbang desa, si Tole merasa kakinya sakit. rupanya Tole lupa membawa obat asam urat. Alhasil, akhirnya Tole terpaksa mundur dari misi suci ini.

Ketika menuju kota, halangan pun ternyata lebih banyak lagi. Sewaktu memasuki gerbang kota, rombongan dihadang oleh patroli polisi. Polisi ingin menahan semua  anggota rombongan karena mebawa bedil dan senjata perburuan yang dianggap illegal. Alhasil, si Gembul pun dikorbankan untuk menjadi tangkapan polisi, supaya rombongan yang lain bisa tetap melanjutkan perjalanan.Mengapa harus si Gembul yang dikorbankan? Si Gembul ini punya kemungkinan paling besar untuk lolos dari dakwaan, karena pandai berkelit dan berani mensomasi aparat, termasuk polisi huehehehehe..

Perjalanan di kota pun dilanjutkan. tibalah rombongan pada suatu pasar yang sangat ramai. Naluri alami si Preman pun keluar. Si Preman merasa yakin bahwa pasar tersebut adalah tempat yang prospektif untuk mengeruk keuntungan. Si Preman pun akhirnya berniat menjadi centeng pasar dan menjadi penguasa parkir di pasar tersebut, dan menolak melanjutkan misi suci. Adapun si Jangkung, rupanya dia juga terpukau dengan ramainya pasar ini. Naluri bisnisnya pun muncul. Dia merasa di pasar inilah tempat yang prospektif untuk berdagang laptop. Si Jangkung ingin menjual lencana yang diberikan di desa tadi untuk jadi modal berdagang. Maklumlah, si Jangkung memperoleh lencana emas dengan 6 bintang, jadilah akhirnya setelah dari pasar di kota ini, hanya Guga yang mampu melanjutkan perjalanan sampai ke hutan.

Menurut kabar burung yang sudah lama beredar di desa Guga, gajah – gajah tersebut sangat suka berendam di suatu kubangan. Penduduk desa menyebut kubangan gajah tersebut dengan nama kubangan 267. Kenapa dinamakan kubangan 267? rupanya hal ini dikarenakan kubangan tersebut berukuran seluas 267 tombak* persegi dan sanggup memuat hingga 12 ekor gajah besar. Alkisah, di kubangan 267 tersebut, dulunya sering terlihat gajah – gajah chubby yang berkubang bersama - sama. Meskipun demikian, semakin hari jumlah gajah yang berkubang di tempat tersebut semakin sedikit.

Singkat cerita, setelah perjalanan yang sangat melelahkan selama berhari – hari, si Guga pun sampai ke dalam hutan di dekat kubangan 267.

Lalu, bagaimanakah kisah selanjutnya???? Apakah si Guga berhasil melanjutkan misi suci berburu Gajah ?? nantikan kelanjutan kisahnya segera.. hanya di blog ini**

*tombak: satuan panjang yang acapkali digunakan di negeri antah berantah.

**terms and conditions apply, kalau penulisnya lagi nggak males

Senin, Januari 26, 2009

Aksesoris Laptop Murah Meriah

Hari Sabtu kemarin, saya pergi ke Depok untuk membeli aksesoris untuk laptop saya dan juga mau cuci mata tentunya. love Maklumlah, tempat tinggal saya kan di tengah hutan jauh dari “peradaban”. Saya tepatnya berencana untuk membeli kunci pengaman dan headset untuk laptop. Bukannya apa – apa, saya sering merasa ngeri juga kalau sedang di kantor, ketika laptop saya hanya tergeletak begitu saja di meja tanpa pengaman tambahan. Apalagi baru – baru ini saya pindah ruangan, dan di ruangan yang baru ini saya tidak mempunyai laci yang bisa dikunci, sehingga ada sedikit kesulitan untuk mengamankan laptop saya. Sebetulnya saya bisa saja nitip laptop ke laci teman, atau minta tolong tetangga meja sebelah untuk menjaga laptop saya. Akan tetapi, tentunya kalau minta tolong terus menerus saya juga jadi nggak enak, selain merepotkan juga hehehe. Kemudian soal headset, pemikiran saya adalah masalah privasi saja, supaya tidak menggangu orang lain. Saya ingin suara desahan saat nonton bokep tidak terdengar oleh tetangga sebelah headache

Nah, sebelum membeli sesuatu, kebiasaan saya adalah mencari tahu range harga untuk produk yang akan saya beli. Dari hasil ngobrol di kantor dan browsing di internet, ternyata harga untuk kunci pengaman laptop bervariasi, dari yang hanya puluhan ribu rupiah, sampai yang ratusan ribu, tergantung merek dan tipenya tentunya. Kemudian untuk headset, saya mencari yang tipe bukan in-ear earphone, tapi model headset seperti yang dipakai oleh penyanyi ketika rekaman. Untuk headset ini, dari hasil cek di Bhinneka, ternyata range harganya lebih variatif, mulai dari puluhan ribu sampai jutaan rupiah.

Akhirnya dengan modal uang di dompet sebesar 140 ribu, saya pergi ke Depok. Saya memilih untuk berbelanja di daerah Pondok Cina, karena di situ ada beberapa buah toko peralatan komputer yang cukup lengkap, dekat tempat mahasiswi kuliah, dan sambil berharap kejadian lama bisa terulang kembali. bigsmile Singkat kata, saya sampai di salah satu toko. Setelah memarkir motor, segera saya disambut oleh penjaga toko. Sayangnya kali ini yang jaga tokonya cowok. cry pPupus sudah kesempatan cuci mata, pupus sudah mengulang cerita lama, ingin rasanya aku segera lari dari toko ini...p

Akhirnya saya bertanya harga kunci laptop, dan ternyata harga yang ditawarkan 35 ribu rupiah, sama seperti harga di website suatu toko di Mangga Dua. Saya mencari tipe kunci yang klik di hati menggunakan kombinasi angka seperti kunci koper, tapi sayangnya tidak ada. Akhinya saya membeli yang tipe biasa saja, tapi tak apa lah, yang penting hatinya fungsinya..

Karena terpikir sisa duit di dompet, saya ragu – ragu untuk bertanya harga headset. Malu laah kalau saya sudah bertanya dan ketika membayar uangnya kurang. Apalagi sebelumnya uang saya sudah berkurang untuk isi bensin hehehe. Di display etalase terlihat headset merek SonicGear, dan akhirnya iseng saja saya tanya harganya. Setelah disebutkan, ternyata harganya nggak masuk di dompet saya bigsmile Tapi sepertinya si penjual tahu kalau duit saya kurang p , dan diambilkan versi handset yang murah meriah. Setelah dibuka kardusnya, akhirnya saya diberi kesempatan mencoba headset tersebut dengan sebuah MP3 player. Terdengar suara desahan nikmat dari MP3 player tersebut headache

Ternyata suara yang dihasilkan lumayan laah, setidaknya untuk kuping saya yang nggak begitu paham soal urusan audio. Si penjual bilang kalau tipe yang sedang saya coba ini memang banyak dicari *nggak tahu yah, dia ngibul apa enggak*. Yang membuat hati saya lega, ternyata harganya hanya 25 ribu, jauh dari taksiran saya yang cantik, manis dan baik hati itu saya kira di atas 70 ribu rupiah *mengingat saya pernah melihat barang sejenis ini di Carrefour dengan harga segitu*

Singkat kata, setelah membayar, akhirnya saya lanjutkan acara dengan melakukan napak tilas di kampus tercinta, dan akhirnya pulang ke pertapaan. Setelah sampai di rumah, akhirnya semua perangkat saya coba lagi untuk memastikan semua berfungsi dengan baik. Kunci laptop saya putar - putar, buka tutup, dan ternyata semuanya baik baik saja. Tiba giliran si headphone… saya coba dengan memutar MP3, lagunya terdengar nyaring, saya coba memutar film bokep, desahannya terdengar bening dan stereo headache headache Intinya, sejauh ini puas laah dengan hasil belanja kemarin. Semoga saja aksesoris ini nanti awet deh, setidaknya sesuai dengan masa pakai laptop saya hehehe…

PS : Don't try this at home p

Sabtu, Januari 24, 2009

Windows Live Writer

Thank God, hari ini, akhirnya saya bisa istirahat di rumah, setelah weekend minggu lalu saya harus ke kantor karena membantu perbaikan data. Pagi tadi, sehabis bangun tidur, saya iseng online. Mumpung ini weekend, maka ada kesempatan untuk bangun siang hehehe..

Setelah mencoba iseng iseng melihat program yang terinstall di komputer saya, akhirnya nggak sengaja saya mengklik salah satu program bawaan Windows XP yang ada di Start Menu, yaitu MSN Installer. Saya sebelumnya sengaja tidak menggunakan MSN ini karena memang tidak punya account Hotmail, dan ketika online lebih sering menggunakan Yahoo! Messenger.

Dalam bayangan saya, program ini nantinya pasti hanya akan menginstall Windows Live messenger saja.. ternyata saya salah. Begitu saya mengklik MSN installer tadi, saya dibawa ke suatu halaman Windows Live. Disitu saya baru tahu, ternyata ada beberapa program tambahan lainnya yang bisa diinstall.

windows live setup

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Installer Windows Live

pilihan program windows live

Pilihan Program yang bisa diinstall

Setelah saya explore jenis program yang bisa diinstall, akhirnya saya memutuskan untuk menginstall Windows Live Writer saja. Selain Windows Live Writer, Anda juga bisa memilih Live Messenger, Mail, Photo Gallery, Toolbar, Family Safety, dll. Kalau semua diinstall, kalau tidak salah diperlukan download hampir 200 MB. Karena saya tahu diri kalau koneksi internet saya masih cupu, akhirnya saya pilih saja untuk menginstall Windows Live Writer, karena hanya diperlukan download sekitar 7 MB. Windows Live Writer ini berguna untuk membantu menulis blog, seperti Microsoft Word. Buat Anda yang sering menulis blog, mungkin program ini bisa membantu Anda, daripada langsung menulis di webpage nya langsung, dengan program ini, kita bisa menulis di komputer sendiri terlebih dahulu, baru setelah selesai di publish ke blog kita.

windows live writer

screenshot Windows Live Writer

Windows Live Writer ini mendukung beberapa blog service antara lain  :

  • Windows Live Spaces
  • SharePoint blog
  • Blogger
  • WordPress
  • TypePad

Bahkan kalau Anda belum punya account blog, Anda ditawarkan untuk mendaftar di Windows Live blog service.

Begitu program ini selesai diinstall, Anda akan ditawari untuk men-setting blog service yang Anda gunakan. Karena saya menggunakan Blogger, saya tinggal masukkan url blog saya, kemudian memasukkan username dan passwordnya. Setelah itu, program ini akan mendownload template blog yang kita pakai, dan  akhirnya ketika kita menulis blog dengan program ini, sudah terasa seperti langsung dipublish di blog kita masing - masing

Dari hasil coba – coba, program ini secara umum mudah untuk digunakan. Saya belum menemukan kesulitan yang berarti ketika mencoba program ini.

Oiya, ini posting pertama saya menggunakan Windows Live Writer hehehe

Selasa, Januari 06, 2009

Krisis Ekonomi Dunia : Bisakah Menguak Kejahatan Investasi ??

Hmm, hari ini rasanya kegiatan saya di kantor lumayan padat. Begitu sampai di kantor, saya harus menyelesaikan beberapa pekerjaan hari sebelumnya yang masih pending. Selain itu, saya juga harus sibuk mengangkat telepon yang terus berbunyi, karena kebetulan saya ketiban sial menjadi salah satu PIC (person in charge) dalam suatu program baru di perusahaan. Berikutnya, saya harus rapat (ada yang aneh dengan rapat sekarang, karena tidak ada snack / makan siangnya), dan kemudian menjaga support clinic untuk program baru yg saya ceritakan tadi pada saat jam istirahat tiba (tapi gak ada suster di kliniknya hehehe).Setelah jam istirahat siang, rapat lagi (masih tanpa snack) sampai jam 3 sore, kemudian kembali ke cubicle, dan melanjutkan pekerjaan sehari hari yang masih pending. Akhirnya, sekitar jam 5 saya sempatkan buka Detik, dan ternyata lagi – lagi ada berita mengenai perusahaan sekuritas Indonesia yang bermasalah.

Ok, enough for the beginning..

Mungkin Anda bertanya kenapa saya harus cerita mengenai rutinitas hari ini ? apa hubungannya dengan krisis ekonomi dunia ? well, ada sih..
Di perusahaan saya, dampak dari krisis global (tepatnya adalah penurunan harga komoditas, khususnya minyak bumi), telah berimbas secara langsung ke revenue perusahaan. Nah, karena menurunnya pendapatan perusahaan tadi, maka perusahaan berusaha melakukan efisiensi di berbagai bidang. Yang paling jelas dampak langsung efisiensi sekarang tentunya adalah : ditiadakannya konsumsi saat rapat (yeah, this is a very good chance to make me slimmer). Memang sih, sebelumnya saya pribadi juga kurang sreg dengan selalu adanya snack saat rapat. Menurut saya, itu too much.

Oiya, menyambung cerita yang tentang perusahaan sekuritas yang bermasalah tadi, akhirnya saya sempatkan untuk menghubungi teman saya yang kebetulan pernah bekerja disana. Saya ingin mendapat gambaran, apakah sebenarnya hampir semua perusahaan sekuritas / investasi / apapun namanya melakukan hal yang serupa ?
Jujur saja, sebagai investor kelas teri, yang masih dalam tahap coba – coba, seringnya mengetahui berita mengenai kasus investasi membuat saya makin miris dan bertanya tanya, apakah uang saya aman diinvestasikan ke lembaga investasi tadi.

Sekedar mengingat, krisis ekonomi dunia sudah membangkrutkan lembaga investasi kelas kakap di amerika, dan eropa, sedangkan lembaga keuangan lainnya menanggung kerugian yang jumlahnya sangat besar. Bursa di seluruh dunia (atau di sebagian besar wilayah dunia??) terkoreksi sampai ke titik terendahnya. Oke.. tapi kalau soal bursa turun, buat saya berita ini tidak terlalu merisaukan, karena ini adalah bagian dari resiko investasi..
Dari luar negeri, ada kejadian yang membuat saya kaget adalah ketika muncul berita tentang kasus Bernard Madoff, yang menjalankan skema Ponzi dalam mengelola investasi. Parahnya lagi, ternyata yang dikibuli oleh Madoff ini adalah lembaga investasi dan perbankan kelas kakap yang katanya reputasinya sudah tidak diragukan.
Kalau mereka yang katanya sudah canggih seperti itu masih tertipu, bagaimana dengan saya yang ilmunya masih sangat dangkal ini ???
Kemudian dari Indonesia, ada kasus tentang short selling illegal yang melibatkan beberapa perusahaan sekuritas dan katanya membuat IHSG anjlok, terus ada kasus pengelolaan investasi Antaboga yang berhubungan dengan Bank Century, dan yang terakhir ini, ternyata ada lagi kasus dari Sarijaya Securities yang diduga menyalahgunakan dana nasabahnya…
Wah wah wah… sepertinya ada hikmah positif dari krisis ekonomi global saat ini : Banyak borok / praktek-praktek kotor yang dilakukan oleh lembaga investasi yang akhirnya terbongkar di kalangan luas. Saya sih yakin, sebetulnya masih banyak yang belum ketahuan dan mungkin akan segera menyusul.
Nah.. berkaca dari kejadian di atas, saya jadi bertanya – tanya, kira – kira instrument investasi apa yang paling aman dari unsur fraud seperti di atas ? Teman saya yang bekerja di perusahaan sekuritas tadi, malah menyarankan investasi dalam bentuk emas batangan, atau uang dollar. Saya sih belum bertanya lebih jauh apa pertimbangan teman saya tadi. Mungkin karena investasi emas dan uang dollar tersebut cukup liquid, value nya lebih jelas (kita memegang nilai riilnya, bukan hanya sertifikat kepemilikannya saja). Kalau saya sih, untuk long term investment, sepertinya lebih condong ke properti (rumah atau tanah)
Ah, tapi sepertinya saya kebanyakan nulis nih.. toh, duit yang saya miliki juga tidak seberapa, kok sudah sok–sok an nulis macam – macam seperti ini. Seolah-olah duit saya sudah banyak, dan harus miris serta waswas kalau tiba tiba uangnya hilang.
Saya rasa, untuk hal seperti ini, orang yang tidak memiliki invesasi bisa tetap bersyukur : setidaknya dia tidak khawatir investasinya akan hilang gara-gara dikelola oleh lembaga yang salah hehehe...
semoga masa suram segera berakhir

Senin, Januari 05, 2009

Cacat Pada RAM (Memori) Komputer

Anda menggunakan sistem operasi Microsoft Windows ? saya yakin sebagian besar dari Anda menggunakannya, setidaknya mengetahui / pernah menggunakannya. Jika Anda menggunakan Sistem Operasi (OS) Microsoft Windows, Anda akan sangat beruntung, kalau saja tidak pernah mengalami yang namanya BSoD (Blue Screen of Death / Layar Biru). Buat Anda yang belum ngeh juga apa itu BSoD, itu lho... kalau komputer / laptop Anda tiba - tiba berubah layarnya menjadi berwarna biru, gambarnya hilang dan yang muncul adalah tulisan yang "menyeramkan", yang intinya adalah komputer /laptop Anda berhenti bekerja karena satu dan lain hal, dan harus di restart
Nah, belum lama ini, saya juga merasa sangat jengkel karena yang namanya BSoD tersebut. Komputer saya, dan akhirnya laptop saya juga, mengalami BSoD yang cukup sering. Kalau saja hanya sesekali, itu sih tidak menjadi masalah. Akan tetapi kejadiannya bisa berulang - ulang. Untuk yang di komputer desktop saya, BSoD selalu terjadi ketika proses booting, sehingga komputer tidak sampai masuk ke "logon screen" di Windows. Sedangkan di laptop saya, kejadiannya lebih random lagi.BSoD bisa terjadi saat proses booting, saat sudah login, atau ketika saya sedang menjalankan suatu program.
Kebetulan dari pengalaman saya tersebut, dua - duanya terjadi setelah saya melakukan upgrade RAM / system memory komputer dan laptop saya, sehingga asal penyebab BSoD tersebut lebih mudah ditemukan / ditebak.
Untuk komputer saya, hampir dipastikan RAM mengalami cacat, karena jika RAM yang cacat tersebut dicabut, BSoD tidak terjadi, tetapi ketika RAM dipasang lagi, terjadi BSoD lagi. Lagipula RAM yang saya beli adalah RAM bekas, sehingga mudah untuk "menyalahkan" RAM tersebut sebagai sumber masalah hehehe..
Untuk kejadian di laptop saya, agak lebih susah ditebak. Memang sih, kejadian seringnya BSoD tersebut setelah saya upgrade RAM. Tadinya laptop saya mempunyai RAM 1GB, akan tetapi kemudian saya beli 1 slot lagi berkapasitas 2GB. Awalnya saya mengira bahwa BSoD terjadi karena modul RAM yang saya beli tidak cocok jika disandingkan dengan laptop bawaan RAM, bukan karena defect/cacat.Akhirnya saya memutuskan untuk mengistirahatkan RAM asli bawaan laptop, dan menginstall RAM 2GB yang baru saya beli. Setelah saya hanya menginstall 1 slot RAM saja, ternyata masalah BSoD juga tidak selesai dan semakin membuat jengkel. Setelah browsing sana - sini, donlot software ini itu, akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa RAM komputer saya mengalami defect / cacat bawaan dalam proses manufaktur.
Oiya, berikut software yang bisa Anda pakai untuk mengetest apakah RAM anda mengalami defect :
1. Memtest86+
Program ini yang akhirnya saya gunakan untuk mengetest RAM saya. Program ini free, jadi Anda bisa menggunakannya tanpa harus mengeluarkan uang lebih. Kebetulan saya tidak perlu mendownload program ini, tapi saya menggunakan program bawaan dari Ubuntu Linux Intrepid
2. Windows Memory Diagnostic
Program ini merupakan produk dari Microsoft, dan bisa digunakan juga secara gratis, tanpa harus membayar. Saya tidak sempat menggunakan produk ini, meskipun sudah mendownloadnya, karena harus membuat Boot CD (padahal saya lagi nggak punya CD-R kosong), tetapi dari referensi yang saya baca, Anda bisa menggunakannya untuk mengetest defect dalam memori.

Oiya, dari hasil test tersebut, ada 1 pertanyaan yang sampai sekarang masih belum terjawab.Saya bingung, mengapa kalau saya menggunakan OS Linux, crash karena memori error tersebut tidak terjadi, sedangkan di Windows terjadi?? Apakah aman kalau saya ambil kesimpulan kalau Linux ternyata lebih fault tolerant dalam hal memory error handling dibandingkan Windows ?
Meskipun mengalami masalah tersebut sangat menjengkelkan, akan tetapi selalu ada hal positif yang bisa dipetik hehehe. Dari situ saya semakin sadar bahwa membeli RAM tidak boleh ngasal. Setidaknya carilah yang memiliki lifetime warranty sehingga mudah untuk ditukarkan kalau terjadi masalah. Seperti yang terjadi dengan saya, akhirnya RAM laptop saya bisa ditukar dengan yang baru, dan semoga masalah BSoD ini sudah benar-benar berakhir...

Thanks God Its not Blue :D

New Year, New Wish, New Hope

Huaaaa.... tahun baru tlah tiba.. liburan telah usai, dan sekarang saya sudah mulai kembali lagi ke rutinitas kerja. Mumpung belum terlalu lama terlewat, saya ingin mengucapkan Selamat Natal 2008 dan Tahun Baru 2009 untuk para pembaca blog ini (ada yah yang baca ? :P)
Anyway.. setelah beberapa lama nggak nulis blogs, akhirnya hari ini niat nulisnya muncul juga..
Dua bulan terakhir saya lebih banyak disibukkan (sok sibuk :P) oleh pekerjaan kantor, harus pergi kesana - kemari demi suatu program baru di kantor (saya nggak akan cerita disini, gak seru cerita pekerjaan kantor :P)
Sisi baiknya dari kegiatan muter - muter itu adalah, saya semakin tahu banyak tempat di Indonesia, dari makanannya, budayanya, penduduknya, gadis cantiknya, dan lain - lainnya. Tapi sisi buruknya adalah saya jadi gendut berat badan saya bertambah cukup banyak.
Oiya, kontras dari postingan saya yang terakhir, saya juga melakukan sedikit "pengkhianatan". Akhirnya saya punya tagihan telepon pascabayar dan apply kartu kredit.
Mengenai telepon pascabayar, sebetulnya saya waktu itu sedang tergiur dengan tawaran program Indosat 3.5G Unlimited. Cukup dengan 100 ribu, kita sudah bisa mengakses internet sepuasnya (meskipun kecepatannya dibatasi). Saat itu belum ada tawaran prabayar semacam IM2 Broom (yang datang 2 minggu setelah aplikasi Matrix saya disetujui),sehingga "terpaksa" saya mempunyai kartu telepon pascabayar ini. Andaikata si IM2 Broom prabayar datang lebih awal, saya nggak perlu repot - repot punya tagihan telepon ini hehehe...
Kemudian mengenai kartu kredit, well... ini sih sebetulnya program perusahaan.Setiap karyawan diharapkan mempunyai kartu kredit untuk kepentingan perjalanan dinas. Karena saya tergiur dengan SPG kartu kreditnya yang cakep merupakan karyawan yang taat dan setia pada perusahaan *hueeekkks*, maka saya mengikuti program perusahaan ini. Meskipun demikian, sampai sekarang aplikasi kartu saya belum ada kabarnya hehehe (nggak masalah sih, toh kalau bisa, untuk sekarang malah jangan sampai disetujui :D)
Oiya, sesuai judul, saya berharap di tahun yang baru ini, semuanya akan jauh lebih baik dibandingkan tahun yang lalu. Meskipun tahun ini tahun kerbau, jangan sampai saya tambah bego dan malas seperti kerbau. Selain itu, saya berharap bahwa selain sehat, berat badan saya bisa menuju ke bentuk yang lebih ideal (Am I afraid to say that i am fat???) Slimmer, slimmer, slimmer hahaha...
Oiya, satu lagi lah keinginannya... semoga tahun ini Tuhan mempertemukan saya dengan sang bidadari yang cantik yang akan menjadi tambatan hati dan soulmate saya (pengin ngerasain, gimana sih rasanya nggak jomblo wakakakaka)..
Wah apalagi yah... banyak keinginan nih.. padahal saya kira doa permohonan seperti ini sudah lebih dari cukup :
Ya Tuhan, terima kasih untuk semua karuniaMu kepadaku.Kau tahu yang ku mau.. Amin...

Senin, September 01, 2008

Absurd..

Tak perlu menunggu terantuk untuk tersadar
Tak perlu mencari kambing hitam atas kebodohan sendiri
Berkacalah sebelum bicara
Bila kita sedang di puncak gunung, kita tidak akan melihat gunung
Dimana ada kemauan, disitu ada jalan, dimana tidak ada kemauan, disitu ada banyak alasan, dan dimana ada keperluan, disitu ada kedekatan.
Kebohongan yang diulang - ulang adalah kebenaran
Gurauan yang berulang - ulang adalah keseriusan
Witing tresno jalaran saka kulina
Give credit when a credit is due (bayarlah hutangmu tepat waktu)
Jika seseorang menampar pipi kirimu, berikan juga pipi kananmu
Mari merenung dan berbenah diri.

Selamat berpuasa kepada teman - teman muslim, semoga menjadi manusia yang lebih baik
dan mohon maaf lahir dan batin

Jumat, Agustus 15, 2008

Kartu Kredit : Menaikkan Prestise, Menebar Benih Teror

Untuk Anda yang sudah bekerja, terutama yang bekerja di perkantoran kota besar, saya yakin kartu kredit bukanlah barang yang aneh seperti UFO, piring terbang dan tokoh dalam Star Wars. Sebetulnya saya lebih senang untuk membangun mindset dalam otak saya, dengan menyebut kartu kredit sebagai kartu utang (disingkat dengan kutang). Penanaman mindset ini sengaja saya lakukan supaya saya selalu ingat bahwa kartu kredit adalah sebuah alat yang memudahkan kita berhutang dan juga membeli kutang. Dan dengan berhutang, kita harus ingat bahwa ada kewajiban untuk melunasi hutang tersebut.

Sebetulnya saat ini kegunaan kartu kredit bisa dikatakan sangat bermanfaat. Pemegang kartu kredit banyak diberikan kemudahan untuk membeli suatu produk atau mengikuti program promo tertentu yang hampir mustahil didapat jika kita tidak mempunyai kartu kredit. Saat ini, pengguna kartu kredit pun seakan diposisikan sebagai customer yang sangat penting, dan banyak diiming - imingi dengan berbagai macam bonus, point, dan reward. Misalnya untuk pengguna kartu kredit tertentu, dibebaskan untuk beristirahat di executive lounge dan menggunakan fasilitas toilet bandara tertentu secara gratis.

Anyway, kartu kredit mungkin seperti dua sisi mata uang *sebetulnya, mata uang itu yang sebelah mana yah ? terus ada hidung uang nggak ?* . Di satu sisi banyak manfaatnya, tapi di sisi lain juga sering malah membelit orang yang memilikinya. Saya sendiri sampai saat ini masih enggan untuk memiliki kartu kredit dan segala macam bentuk tagihan yang sifatnya pasca bayar *kata Pak Guru SMU saya, yang benar itu pasca bayar, bukan paska bayar*. Alasan utamanya adalah saya malas jika tagihan - tagihan itu membebani saya dan akhirnya tidak bisa mengontrol pemakaiannya. Saya pribadi lebih suka membeli sesuatu secara tunai dengan menabung terlebih dahulu.

Di mailing list yang saya ikuti, pernah ada cerita mengenai orang yang kesulitan menutup kartu kreditnya dan harus menghubungi penerbit kartu berkali - kali. Ada juga yang kemudian mendapat teror dari para petugas debt collector bank penerbit kartu kredit. Di milis itu juga diungkap bahwa ternyata bank penerbit lebih menyukai tipe pemegang kartu yang cantik, manis, baik hati dan tidak sombong mengangsur kreditnya dalam waktu yang lama atau sedikit menunggak / terlambat dalam membayar cicilan, tapi masih lancar. Tentunya tujuan bank penerbit kartu adalah memperoleh keuntungan yang sebesar besarnya dari bunga marischa yang cantik, manis dan baik hati dikenakan. Dan ternyata sebagian besar konsumen kartu kredit berada pada kategori agak seret tersebut.

Saya sendiri masih kurang paham (red : katro) tentang mekanisme penagihan kewajiban kartu kredit di Indonesia. Di sini, seringkali saya mendengar atau membaca cerita mengenai orang yang diteror oleh pihak debt collector, mulai dari makian dan umpatan kasar lewat telepon, mendatangi rumah penunggak secara langsung, dan bahkan kadang terjadi kekerasan fisik. Parahnya lagi, kadang - kadang keluarga dekat atau orang yang menjadi referensi juga ikut mendapat teror walaupun yang bersangkutan tidak tahu menahu terhadap kewajiban si pemegang kartu.

Kalau Anda mencermati iklan baris di surat kabar (saya sering baca di Koran Tempo), saat ini banyak pihak yang menawarkan penghentian permasalahan kartu kredit dengan cara yang 'legal' bagi pemegang kartu yang tidak bisa atau tidak mau membayar kewajiban karena sesuatu hal. Saya sendiri belum pernah menghubungi pengiklan untuk mengetahui bagaimana metode mereka. Tapi dari sini mungkin bisa diambil kesimpulan bahwa penunggak kartu kredit jumlahnya signifikan, dan merupakan pasar yang potensial untuk digarap hehehe..

Oiya, berikut tips yang saya ingat, yang pernah saya baca *saya lupa sumbernya* mengenai pemakaian kartu kredit yang aman :

1. Daftarkan pengajuan kartu kredit langsung ke bank / lembaga penerbit kartu, jangan melalui agen yang banyak menawarkan kartu kredit di berbagai macam tempat, kecuali agen tersebut bening dan layak untuk diajak kenalan karena jika melalui agen akan lebih rawan terhadap pencurian data pribadi kita.

2. Jangan pernah menganggap kartu kredit sebagai penghasilan tambahan, meskipun sulit disangkal bahwa kartu kredit akan mempertebal isi dompet Anda. *literally* Kartu kredit hanyalah alat untuk mempermudah manajemen keuangan Anda.

3. Sebisa mungkin, segera lunasi tagihan kartu kredit Anda, jangan sampai ditunda dan kemudian muncul bunga citra lestari yang bisa mencekik Anda karena ashraf sinclair mendua dan mencari wanita lain . * salam buat para biang gosip :P *

4. Gunakan kartu kredit Anda untuk keperluan darurat saja misalnya saat Anda kebelet pipis, dan selalu gunakan secara bijak untuk bayar pajak (sepertinya ini yang paling sulit, godaannya besar disini hehehe)

5. Jika terdapat transaksi mencurigakan, segera hubungi pihak penerbit kartu, jangan lupa perkenalkan diri Anda dan katakan bahwa Anda cinta perdamaian *apaan sih gue*

6. Jangan pernah memberikan data kartu kredit Anda kepada orang lain, tetapi selalu berikan cinta Anda kepada dunia dan orang tercinta Anda

7. Kalau Anda diteror oleh debt collector kartu kredit, katakan bahwa Anda adalah orang yang cinta damai, tetapi lebih cinta jika debt collector dimusnahkan dari muka bumi.

Oiya, semua ini cuma pendapat pribadi saya ya.. jadi semuanya sih terserah Anda. Saya juga tidak ingin menggurui, karena saya sendiri belum pernah punya kartu kredit, jadi tidak bisa banyak memberi pendapat hehehe..

Merdekaaaaaaaaa !!!!! dari debt collector teroris

PEACE !!!

Kamis, Agustus 14, 2008

Matre Query :p

WeddingQuery........ ........ (SQL Style)

HUSBANDS QUERY

CREATE PROCEDURE MyMarriage (

BrideGroom Male (25) ,

Bride Female(20) )

AS

BEGIN

SELECT Bride FROM Brides

WHERE FatherInLaw = 'Millionaire'

AND Count(Car) > 20 AND HouseStatus ='ThreeStoreyed'

AND BrideEduStatus IN (B.TECH ,BE ,Degree ,MCA ,MiBA) AND Having

Brothers= Null

AND Sisters =Null

SELECT Gold ,Cash,Car,BankBalance

FROM FatherInLaw

UPDATE MyBankAccout

SETMyBal = MyBal + FatherInLawBal

UPDATEMyLocker

SET MyLockerContents = MyLockerContents + FatherInLawGold

INSERT INTOMyCarShed VALUES('BMW')

END

GO

Then the wife writes the below query:

DROP HUSBAND;

Commit;

Credit to : milis iluni 12, saya nggak tahu sumber aslinya dari mana

Rabu, Agustus 13, 2008

CDMA Injection dari R-UIM, Do It Yourself

Inject Handphone, Apa itu?
Sebenarnya agak sulit untuk menggambarkan apa itu proses yang disebut dengan inject handphone. Di Indonesia, proses inject ini mungkin kurang popular, mungkin ini dikarenakan bahwa disini penjualan handphone tidak dilakukan bundling dengan starter pack (paket perdana) dari operator telepon seluler (network provider) seperti Telkomsel, Indosat atau operator lainnya. Lagipula, umumnya handphone yang beredar di sini menggunakan jaringan GSM, dimana informasi dan setting jaringan berada di sebuah kartu yang disebut dengan SIM. Dengan mulai maraknya operator CDMA akhir – akhir ini, maka jasa inject handphone pun mulai bermunculan. Lalu, inject itu ngapain ? Pada dasarnya proses ini adalah proses untuk memasukkan setting dan informasi lain tentang pelanggan dan jaringannya ke dalam handphone kita, untuk kemudian handphone kita bisa digunakan di jaringan operator tertentu. Jadi misalnya kita ingin menggunakan operator esia dari Bakrie Telecom, maka informasi tentang setting jaringan esia tersebut dimasukkan ke handphone kita. Jika handphone kita mendukung R-UIM (dapat dianalogikan dengan SIM di GSM network), maka informasi dan setting tentang operator esia tersebut sudah berada di dalam R-UIM dalam kartu perdana yang kita beli. Jadi, kita tinggal memasukkan potongan R-UIM ke dalam handphone, nyalakan handphon, dan boom… handphone kita sudah bisa terkoneksi ke operator esia (selama ada sinyalnya tentu saja). Nah, masalahnya tidak semua handphone CDMA itu mendukung R-UIM, biarpun akhir – akhir ini sudah mulai banyak yang mendukung. Untuk yang belum mendukung R-UIM, proses inject handphone mutlak harus dilakukan sebelum handphone kita bisa digunakan untuk menelepon dan SMS atau layanan lainnya.

Sebelum melangkah untuk inject handphone, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui, diantaranya :

1. ESN number :

ESN (electronics serial number) adalah informasi tentang identitas handphone kita. Dalam dunia GSM, umum disebut dengan IMEI (International Mobile Equipment Identity). Ini adalah sebuah nomor unik yang membedakan suatu handphone dengan handphone lainnya. Biasanya ESN tercantum dalam 2 macam penulisan, yaitu dengan Sistem Bilangan Decimal (ESN DEC) atau dengan Sistem Bilangan Hexadecimal (ESN HEX). Nah, yang akan kita pakai sewaktu inject biasanya adalah nomor ESN HEX

2. MIN

MIN (mobile identity number ??) merupakan identitas nomor telepon kita di database operator. Nomor MIN ini tidak selalu sama dengan nomor telepon kita. Jadi, misalnya nomor telepon saya (021)30212115, nomor MIN saya mungkin 2130212115, atau mungkin juga nomor yang lain

3. SID

SID (System ID) adalah identitas jaringan operator yang kita pakai. Misalnya untuk Flexi SID nya adalah 10496, Esia : 10623, Mobile-8 : 10530, dan StarOne :10817

4. NID

NID (Network ID) ini juga ada hubungannya dengan jaringan operator. Saya sendiri tidak tahu persis gunanya untuk apa, tetapi biasanya parameter ini selalu terkait dengan SID.

5. Channel

Channel ini mungkin bisa dianalogikan dengan saluran TV.Seperti stasiun TV, setiap provider juga mempunyai channel sendiri – sendiri

6. A-Key

Saya tidak tahu persis apa guna A-Key ini, tetapi yang saya tahu, tidak semua provider mendukung A-Key. Guna A-Key ini adalah semacam kunci / password untuk pengamanan tambahan selain ESN dan MIN

Mengapa harus inject sendiri ?

Sekarang ini sudah banyak teknisi / tukang reparasi handphone yang bisa melakukan inject, jadi mungkin pertanyaan yang muncul adalah, kenapa harus melakukan sendiri ?

Jawaban untuk pertanyaan tersebut bagi tiap orang mungkin berbeda – beda. Prosedur inject resmi adalah sebagai berikut :

1. Masukkan setting dan parameter ke dalam handphone (biasanya disebut dengan setting NAM)

2. Daftarkan ESN dan MIN ke pihak operator (supaya ESN kita dicatat dalam database mereka)

3. Operator akan memberikan A-Key (bila operator itu mendukung A-Key)

4. Masukkan lagi parameter A-Key ke handphone

Akan tetapi latar belakang saya melakukan inject sendiri adalah karena saya ingin menghindari langkah nomor 2. Alasan utamanya adalah karena saya malas harus datang ke galeri / gerai / support center tiap operator setiap kali ingin ganti nomor.Lagipula saya sering iseng mencoba membeli kartu perdana baru dan mengotak atik fitur yang ada dalam kartu perdana tersebut. Saya ingin agar nomor kartu perdana tersebut bisa di inject kedalam HP tanpa harus ke galeri / gerai operator.

Awalnya dasar pemikiran saya, seharusnya setiap R-UIM card, pastilah juga mempunyai identitas yang unik semacam ESN, karena kalau kita membeli kartu perdana, kita tidak perlu lagi registrasi ke galeri operator, tapi langsung terkoneksi ke jaringan mereka. Akhirnya saya berusaha mencari cara bagaimana untuk melihat setting dan parameter dalam R-UIM

Untuk Nokia 2115 (kebetulan itu handphone yang saya punya), ternyata menunya bisa diakses dengan menekan : *3001#12345#

Ternyata, setiap R-UIM mempunyai parameter bernama SIM ID. Selain itu dari menu tersebut bisa juga dilihat SID, NID, channel, country code, dan parameter lainnya yang digunakan untuk proses inject.

Nah, pesawat yang menjadi “korban” untuk percobaan inject saya adalah Wifone LG LSP -345.

Akhirnya saya coba mengganti ESN LG LSP-345 tersebut dengan SIM ID dari kartu R-UIM yang akan saya inject (untuk yang mempunyai pesawat sejenis, security code nya adalah 187288, tapi mungkin punya anda bisa berbeda). Saya coba inject-kan parameter kartu StarOne ke pesawat tersebut. Setelah setting parameter selesai, dan ESN telah diganti dengan SIM ID R-UIM card StarOne, Horee…. Akhirnya pesawat Wifone saya sudah berubah menjadi beroperasi di jaringan StarOne. Tetapi yang lebih aneh, ketika R-UIM card yang saya inject tersebut diaktifkan di HP Nokia 2115 dan dihubungi dari telepon lain, ternyata kedua – duanya aktif. Jadi rupanya sekarang nomor telepon saya ter-cloning, 1 di pesawat telepon LG, satu lagi di HP Nokia 2115, dan ketika ditelpon / sms, kedua duanya sama sama menerima hihihi..

Oiya, sekedar mengingatkan, mungkin sebetulnya mengganti ESN adalah perbuatan illegal, jadi sebaiknya Anda berhati hati :P

Tabungan & Investasi

Ada nasihat sewaktu saya masih duduk di bangku sekolah, bahwa kita diharapkan untuk mengembangkan pola hidup sederhana dan rajin menabung. Bahkan, untuk Anda yang masih ingat dengan P4 dan butir - butir Pancasila, hal ini tercantum dalam butir sila ke 5 (tepatnya butir ke berapa saya lupa hehehe) atau, buat Anda penggemar Pramuka, pola hidup hemat tercantum dalam Dasa Darma Pramuka :P Selain itu, ada juga nyanyian dari Titik Puspa, yang mengajak kita untuk ke bank dan menabung uang kita di sana. Tentunya ketika menabung, kita berharap bahwa uang kita akan tetap aman, dan syukur - syukur kalau bisa malah bertambah dan beranak pinak.

Awal Mula Menabung
Saya sendiri sebetulnya bukan orang yang terbiasa untuk menabung sedari masa kanak - kanak. Akan tetapi, itu bukan karena uang yang saya miliki selalu dihabiskan, tetapi lebih karena keadaan ekonomi orang tua yang tidak memungkinkan untuk menabung hehehe.

Persisnya kapan, saya sudah tidak ingat lagi waktu pertama kali mempunyai tabungan di bank / lembaga pengelola tabungan. Kalau tidak salah, sekitar kelas 5 atau 6 SD, saya mulai menabung di sebuah koperasi kredit (credit union) yang terafiliasi pengelolanya dengan pihak sekolah.

Urusan dengan pihak bank baru berjalan ketika saya sudah bersekolah di SLTP. Itu pun bukan karena keinginan dari diri sendiri untuk menabung, akan tetapi karena kebetulan saya mendapatkan hadiah dari sekolah karena prestasi belajar *narsis boleh yah hehehe*. Waktu itu, seingat saya jumlahnya tidak banyak, mungkin tidak sampai ratusan ribu rupiah, tapi kalau dinilai dengan nilai uang saat ini, mungkin sekitar ratusan ribu.Tabungan pertama saya ini adalah Simpedes dari BRI. Kenapa Simpedes BRI, saya sendiri tidak tahu. Kemungkinan besar karena SLTP saya berada di sebuah kecamatan kecil, dan disitu bank yang tersedia hanya BRI (selain beberapa BPR lokal). Sayangnya, tabungan yang saya miliki ini juga tidak berlangsung lama, karena kemudian terpaksa diambil karena adanya kebutuhan keluarga. Setelah tabungan Simpedes ini, praktis sampai saya lulus SMU, saya tidak mempunyai tabungan di bank hehehe.

Ketika saya mengenyam bangku kuliah (tenang, bangkunya gak saya makan sampai habis kok hahaha), saya baru mempunyai tabungan lagi. Sebetulnya bukan tabungan sih, tapi lebih tepatnya sarana pembayaran uang kuliah yang sekaligus berfungsi sebagai tabungan. Produk tabungan kali ini adalah BNI Taplus, dimana selain sebagai tabungan, kartu ATM nya juga berfungsi ganda sebagai kartu mahasiswa (di tempat saya kuliah, lazim disebut dengan KTM). Rasanya, inilah kali pertama saya berkenalan dengan yang namanya kartu ATM hahaha. Sebetulnya, produk tabungan multifungsi ini mempunyai kelebihan, yaitu biaya administrasi bulanannya yang sangat rendah (saat itu kurang dari 1000 rupiah per bulan), akan tetapi jika uang kita di dalam tabungan itu sudah melewati jumlah tertentu, akan di autodebet untuk pembayaran biaya kuliah. (Biarpun selama saya kuliah, tidak pernah uang saya terdebet secara otomatis, karena jumlahnya selalu kurang hehehe). Saat ini produk BNI Taplus ini sudah tidak saya pakai lagi, karena sudah lama tidak aktif dan saldonya sudah sangat minimal, sehingga saya yakin sudah ditutup oleh pihak Bank (meskipun kartu ATMnya masih saya pegang).

Buka rekening atas keinginan sendiri

Produk tabungan pertama yang saya niatkan untuk membuka sendiri adalah Tahapan BCA. Produk ini mulai saya buka ketika kuliah saya sudah menginjak tahun ke 2. Sebenarnya sih kalau dipikir -pikir, bukan murni niatan saya untuk membuka tabungan ini. Ceritanya ketika itu saya memperoleh beasiswa dari suatu institusi yang mengharuskan uang beasiswa tersebut ditransfer ke rekening BCA. Padahal saat itu satu - satunya rekening tabungan yang saya miliki adalah BNI Taplus. Mengingat uang beasiswa tersebut, saya terpaksa membuka rekening BCA. Untuk tingkat pembukaan rekening saat itu, nilai setoran awal 500 ribu rupiah terasa sangat besar jika dibandingkan dengan tabungan sejenis di bank lain yang mensyaratkan nilai setoran awal sekitar 10 ribu s.d 250 ribu (benchmark saya adalah BRI, BNI, Lippo, etc). Di kemudian hari, ternyata rekening BCA ini bisa dikatakan sangat membantu saya, mengingat setelah saya lulus kuliah dan mulai bekerja, 2 perusahaan pertama tempat saya bekerja mempersyaratkan penggunaan rekening BCA untuk pembayaran upah bulanannya (bukan gaji lhoo, tapi upah... tahu kan bedanya hehehe ????) .

Setelah saya bekerja dan uang yang berada di rekening tabungan lumayan besar (setidaknya saldo tabungannya nilainya sudah lebih dari sebulan upah hehehe), sebetulnya saya mulai berpikir untuk membagi tabungan saya ke lebih dari satu rekening, dengan pemikiran bahwa 1 rekening untuk tabungan dan hanya disimpan dirumah, dan rekening lainnya untuk 'rekening siaga' yang kartu ATM nya selalu tersedia di dompet untuk mendukung kegiatan sehari hari. Saat itu juga mulai terpikir untuk melakuan deposito atau menginvestasikan uang tabungan yang saya miliki ke beberapa instrumen investasi. Akan tetapi sampai saya pindah ke tempat bekerja saat ini, keinginan ini akhirnya baru terlaksana hehehe.

Era sedikit melek investasi

Ketika pindah ke tempat kerja saat ini, selain berpindah bidang pekerjaan, saya juga mulai membuka rekening baru. Kebetulan tempat kerja saya adalah BUMN, yang kalau tidak salah menggunakan Bank Mandiri sebagai main host bank nya. Sebetulnya di perusahaan ini tidak ada pemaksaan untuk menggunakan rekening bank tertentu sebagai rekening untuk transfer upah bulanan. Saat masih menjadi trainee, kebetulan saat itu kami dikarantina selama proses class-room training, dan di tempat training tersebut ada Bank Mandiri. Jujur saja saya agak malas ketika ingin membuka rekening bank lagi, karena saat itu (dan sampai sekarang) bunga perbankan sudah sangat kecil dan biaya administrasi rekening bulanannya cukup besar. Akan tetapi, mengingat main host bank perusahaan saya adalah Bank Mandiri, dan kebetulan saat itu ada promo dari Bank Mandiri untuk pembukaan rekening, dimana jumlah setoran awal diturunkan dari 500 ribu rupiah menjadi hanya 50 ribu rupiah, akhirnya saya membuka rekening Tabungan Mandiri (saya mengindari timbulnya permasalahan ketika transfer upah, sehingga memilih bank yang sama). Selain itu, alasan saya membuka rekening di Bank Mandiri adalah memang benar - benar untuk memulai pembagian rekening tabungan seperti yang sudah saya pikirkan sebelumnya. Setelah mempunyai rekening di Bank Mandiri inilah, saya baru mulai berkenalan dengan deposito dan transaksi lainnya menggunakan fasilitas internet banking. Sebelumnya fasilitas internet banking dari BCA hanya saya manfaatkan untuk keperluan administrasi saja, tidak untuk transaksi finansial.

Tahun 2008, adalah tahun dimana saya mulai banyak tertarik di bidang manajemen keuangan, investasi, dkk. Saya tidak tahu persis kenapa demikian, akan tetapi mungkin ini adalah berkah ketika pekerjaan saya berputar haluan dari bidang IT (karena sebelumnya ketertarikan saya masih berkutat di seputar IT). Mungkin juga ini dikarenakan saya berada di SDM yang menangani Direktorat Keuangan, dan oleh karena itu mulai membuka diri dengan ilmu - ilmu keuangan hehehe.

Atas dasar ketertarikan terhadap bidang keuangan tersebut, saya mulai mencari - cari referensi tentang investasi dan bidang keuangan lain yang saya anggap menarik. Waktu itu saya tergelitik oleh besarnya biaya administrasi bulanan rekening tabungan yang cukup besar dan bunga tabungan yang semakin mengecil. Dalam pemikiran saya, rasa - rasanya mempunyai rekening di bank malah cenderung rugi jika jumlah saldo tabungan kita tidak signifikan, karena bunga tabungan bisa jadi tidak bisa menutup besarnya biaya administrasi. Waktu itu saya iseng mencari produk tabungan yang biaya administrasi bulanannya kecil, setidak tidaknya saldo tabungan saya tidak akan termakan oleh biaya administrasi. Setelah browsing kesana - kemari, akhirnya saya menemukan Shar-e, sebuah produk tabungan yang dikelola secara syariah dari Bank Muamalat yang memenuhi kriteria yang saya cari. Mungkin bagi sebagian orang pilihan saya terbilang aneh, mengingat saya bukan seorang Muslim, akan tetapi memilih bank syariah hehehe. Akan tetapi saya pribadi tidak ada masalah dengan hal itu. Lagipula, saya yakin uang tidak mengenal batas negara, suku, agama, atau apapun itu hehehe. Oiya, kebetulan untuk membeli Shar-e dan juga untuk menabung bisa dilakukan di Kantor Pos (selain di Bank Muamalat tentunya), dan untungnya di kompleks perkantoran saya ada Kantor Pos, sehingga saya akhirnya membuka rekening Shar-e. Shar-e dijual dalam bentuk starter pack seperti kalau kita membeli nomor kartu perdana GSM atau CDMA. Starter pack Shar-e dijual seharga 125 ribu dan sudah berisi saldo rekening sebesar 100 ribu. Di starter pack itu sudah ada kartu ATM yang bisa kita gunakan untuk menarik tunai gratis hampir di semua ATM, sehingga cocok untuk dipakai sebagai dompet elektronik / e-wallet (ini nggak lagi promosi Shar-e lho hehehe).

Selain menabung, saya juga mulai ingin berinvestasi secara kecil - kecilan. Saya sendiri masih malas dan merasa belum punya waktu untuk memulai investasi berupa usaha sendiri. Dari akhir tahun 2007, teman saya sudah memberitahu mengenai sarana investasi yang bernama reksadana. Saat itu, saya sama sekali belum mengetahui apa itu reksadana. Akhirnya setelah saya mencari info yang lebih lanjut, belajar lewat forum diskusi, dan sarana lainnya, saya akhirnya membuka rekening baru di Bank Commonwealth. Oiya, untuk membuka rekening awal di Bank Commonwealth (Commbank) diperlukan setoran awal minimal 500 ribu rupiah, dan kita juga bisa menggunakan keseluruhan saldo kita dalam tabungan untuk dibelikan reksadana (meskipun kalau bertanya kepada customer service,dikatakan bahwa saldo tabungan kita tidak bisa dihabiskan untuk membeli reksadana). Keunggulan Commbank ini ibaratnya seperti pasar swalayan untuk reksadana yang pembeliannya bisa dilakukan melalui internet banking. Dari sinilah akhirnya saya mengenal investasi melalui reksadana, meskipun hasil investasinya belum bisa dinikmati (NAB reksadana saham nya melorot terus nih hahahaha...)

Rekening tabungan terakhir yang saya miliki adalah Britama dari BRI. Rekening ini saya buka di bulan Mei 2008, setelah rekening Shar-e dan Commbank. Sebetulnya saya sudah malas membuka rekening tabungan baru, mengingat uang saya tidak seberapa, bahkan cenderung dimakan biaya administrasi pemeliharaan rekening hiks hiks hiks... Akan tetapi keadaan jugalah yang memaksa hehehe. Saya harus berkenalan dengan kredit (ngutang nih ceritanya) untuk membeli rumah. Yaa, karena saya ditawari rumah yang menurut saya berharga relatif murah, dan uang saya miliki belum cukup untuk membeli tunai (dan kebetulan proyek membeli rumah ini tidak terencana), akhirnya saya ngutang ke bank hehehehe (anggap saja investasi rumah untuk masa depan laah). Pilihan ngutang (saya sengaja menggunakan bahasa ngutang yang lebih vulgar, bukan kredit, supaya sadar bahwa hal ini sebisa mungkin saya hindari hehehe) sebetulnya bisa dilakukan ke Bank Mandiri, supaya tidak perlu buka rekening baru. Akan tetapi, syarat ngutang di Bank Mandiri ribet dan lama prosesnya (menurut info dari pihak yang sering ngutang) dibanding di BRI, padahal saya perlu uang cepat untuk membeli rumah. Akhirnya dengan alasan tersebut, saya memilih ngutang di BRI, yang uangnya bisa cair dalam waktu 3 hari, dan akhirnya transfer upah bulanan saya terpaksa harus dialihkan ke BRI.

Sebetulnya saat ini saya merasa jumlah rekening bank yang saya miliki sudah terlalu banyak, dan sedang saya pertimbangkan untuk menutup satu atau beberapa rekening tersebut. Akan tetapi masih bingung mau menutup yang mana. Untuk Shar-e rasanya tidak perlu ditutup, toh dengan saldo hanya 100 ribu pun, saldo tabungan tidak akan berkurang karena biaya administrasi. Untuk rekening di Commbank, saya rasa juga tidak perlu ditutup, karena memang tujuan awalnya untuk investasi. Demikian juga di BRI, karena digunakan untuk transfer upah dan bayar cicilan utang bulanan, jadi tidak bisa ditutup sampai utang saya lunas hehehe. Untuk 2 bank sisanya (BCA dan Bank Mandiri), wah... keduanya ini bank terbesar, saya bingung kalau harus menutup salah satu atau keduanya, karena biasanya untuk urusan bisnis (kalau saya sedang dapat side job), kedua bank inilah yang berperan. Lagipula saya terlanjur dapat Token untuk transaksi internet banking dari kedua bank tersebut, dan BRI belum memberikan layanan internet banking yang memudahkan saya membayar ini - itu tanpa harus ke ATM.

What do you think?????