Minggu, Desember 20, 2009

Ngoprek Wifone Huawei ETS 2258

Setelah sudah sekian lama saya nggak nulis di blogs ini, perkenankanlah saya mencoba aktif lagi yaa ....

Dalam tulisan kali ini, topik bahasannya mengenai masalah teknis lagi... Harap maklum, karena hobi saya ngoprek lagi kambuh hehehe…

Seperti biasa, saya berikan disclaimer terlebih dahulu yaa.... Pengetahuan yang diperoleh di sini hanya untuk pembelajaran saja, tidak ditujukan untuk memperoleh keuntungan finansial atau dalam rangka melanggar hak cipta. Selain itu, apabila karena percobaan ini perangkat Anda menjadi rusak / tidak berfungsi sebagaimana mestinya, itu juga bukan tanggung jawab saya hehehe…

Oke.. ceritanya, setelah di tulisan sebelumnya saya sudah berhasil meng-inject Fixed Wireless Phone (FWP) LG LSP-345 bawaan Wifone dari operator Bakrie Telecom dengan StarOne dari Indosat, maka di eksperimen kali ini, saya mencoba melakukan hal yang sama, tetapi jenis terminal yang saya gunakan kali ini adalah Wifone dengan tipe Huawei ETS 2258. Ceritanya, saya memperoleh FWP Huawei ETS 2258 second dari penawaran di Kaskus. Saya sengaja mencari FWP yang second, maklumlah, nantinya FWP ini hanya untuk dioprek-oprek saja, sayang kan kalau harus beli baru hehehehe…

Terus kenapa saya memilih FWP ini? Alasan utamanya adalah karena FWP ini sudah support internet (bisa digunakan sebagai modem), dan ada tempat RUIM-nya (meskipun slot RUIM tidak terpasang). Saya tertantang untuk bisa memanfaatkan RUIM yang ada di FWP ini, dan selain itu, juga supaya FWP ini bisa dipasang dengan semua provider CDMA selain Wifone...

Naah, untuk mengoprek ini ada beberapa software yang saya gunakan yaitu :

1. Qualcomm PST (QPST) 2.7 build 323

2. Hex editor (terserah software apa yang akan dipakai, tapi dalam praktek, saya menggunakan Hex Editor Neo)

3. ZTE PST 3.16 (sebetulnya ini tidak diperlukan, tapi menurut saya bisa mempermudah program ngoprek saya...)

4.Bitpim

Mungkin semua software di atas bisa digantikan dengan Cdma Workshop, akan tetapi karena saya tidak punya pengalaman dengan Cdma Workshop, maka saya tidak bisa berkomentar lebih jauh hehehe…

Buat anda yang penasaran ikutan ngoprek, berikut langkah-langkanya :

1. koneksikan FWP Huawei tersebut dengan komputer menggunakan kabel USB yang tersedia dalam paket penjualan

2. buka Bitpim, cari port dimana FWP tersambung. Bitpim ini digunakan untuk melihat SPC (special programming code?). Setelah tersambung, pastikan masuk ke menu Browse file system, kemudian silakan dipantengin isi file nvm_0002. Di situ nanti akan terlihat ada 6 digit angka, yang merupakan SPC dari FWP tersebut... Catat baik - baik angka SPC ini, karena akan selalu ditanyakan ketika proses selanjutnya...

3. buka QPST Configuration, jangan lupa untuk add port FWP ke QPST server. Setelah FWP terdeteksi, untuk bisa menggunakan RUIM slot, buka program “Service Programming” bawaan QPST. Apabila ditanyakan SPC-nya, masukkan 6 digit yang diperoleh dari Bitpim di langka sebelumnya. Masuklah ke tab “1x/HDR Security”. di bagian R-UIM Config, pilih dengan “RUIM only” atau “RUIM if avail”. Jika dipilih “RUIM Only”, maka parameter operator yang akan dibaca adalah yang berada di kartu RUIM, akan tetapi jika dipilih “RUIM if avail”, maka bila RUIM card tidak dipasang, FWP akan membaca parameter yang di-inject ke dalamnya. Sampai di sini, FWP sudah bisa membaca / mendukung RUIM. Anda tinggal memasang connector RUIM saja dan kemudian pasang RUIM-nya, maka selesai deehh.... Akan tetapi, langkah ngoprek masih belum selesai... Kartu RUIM yang bisa dibaca oleh FWP hanya kartu ESIA / RUIM produk dari Bakrie Telecom lainnya., sedangkan RUIM dari untuk operator lainnya apabila dipasang akan ditolak hehehe,,,

4. Agar bisa menggunakan RUIM maupun setting dari operator lainnya, maka PRL di FWP ini harus diganti. Masalahnya adalah, ketika diganti dengan menggunakan program “Service Programming” QPST maupun dengan ZTE PST akan selalu gagal, karena memang masih di-lock untuk produk Bakrie Telecom saja...

5. Agar bisa membuka kunci (unlock), Anda perlu bantuan Hex Editor untuk membaca dan mengubah isi dari file NVM. Gunakan program “EFS Explorer” dari QPST. Setelah itu, copy-kan file dengan nama awal nvm_* ke hard disk komputer kita. File-file inilah yang nantinya perlu di-edit. Lalu, apa-nya yang harus di edit ?? Cobalah untuk mencari nilai hex dari SID Bakrie Telecom (10623). kalau ketemu, gantikan dengan SID operator yang diinginkan. Misalnya untuk Flexi adalah 10496, StarOne 10817, dst. Pastikan nilai SID tersebut sudah diganti ke dalam bentuk hexadecimal..

6. Setelah file nvm yang di edit selesai, copy-kan kembali file tersebut dari hard disk ke FWP dengan “EFS Explorer”.

7. Ganti PRL bawaan FWP dengan file PRL dari operator yang baru. Misalnya anda memilih Fren dari Mobile-8, maka gantilah PRL asli dengan PRL Fren (saya nggak akan membahas dari mana didapat PRL nya, silakan cari sendiri caranya yaaa...). Untuk menulis PRL yang baru, bisa dengan program ZTE PST (menurut saya lebih gampang), atau bisa juga dengan software “Service Programming” bawaan QPST.

Naah, langkah-langkah (trik) nya selesai sampai disitu. Kalau semua sudah sukses, maka FWP ini sekarang bisa digunakan untuk operator CDMA yang bekerja di frekuensi 800 MHz selain produk Bakrie Telecom, sesuai dengan parameter PRL yang ditulis. Disini saya sengaja nggak membeberkan caranya dengan jelas/gamblang, supaya Anda punya kesempatan ngoprek sendiri, karena saya memperoleh langkahnya juga dari hasil trial and error.

Nah, kalau sudah sukses melaksanakan langkah – langkah di atas, agar bisa digunakan untuk semua operator CDMA, maka kuncinya lagi –lagi di file NVM yang sudah saya sebutkan tadi. Edit saja parameter SID aslinya (10623) dengan nilai tertentu, sehingga SID nya menjadi suatu range/rentang (tidak spesifik menunjuk di angka tertentu)..

Happy ngoprek!!!… semoga sukses dan terminalnya tidak malah rusak huehehe…

Minggu, April 12, 2009

Selamat Paskah !

Untuk Anda umat kristiani atau yang ikut merayakan Paskah, saya ingin mengucapkan : Selamat Paskah, semoga kebangkitan Yesus Kristus dapat menjadi sumber sukacita bagi umat manusia

Untuk diri sendiri : semoga dengan Paskah ini, saya menjadi manusia yang lebih baik

Sabtu, Maret 21, 2009

Ganti Handphone Lagi

Sekitar awal bulan maret ini, saya terpaksa membeli handphone yang baru, karena handphone saya yang lama hilang. Untungnya, *mengikuti falsafah jawa, bisa bersyukur meskipun handphone hilang* handphone saya tersebut sudah dipakai selama lebih dari 1 tahun, sehingga tidak terlalu disesali. Handphone saya yang lama adalah LG KG195, yang harganya terbilang cukup murah meriah saat itu, karena masih di bawah 1 juta rupiah tetapi sudah mengusung teknologi bluetooth, external memory, kamera, bisa memutar video dan mp3, java, dll. Intinya, handphone tersebut fiturnya sudah cukup lah untuk saya yang hanya menginginkan fitur hiburan standar di handphone.


LG KG195

Nah, ketika ingin mencari pengganti untuk kekasihku yang telah pergi  si KG195 tersebut, saya juga ingin mencari fitur yang setara. Fitur yang must have tentunya adalah : external memory, pemutar mp3, bluetooth dan java *selain fitur bisa telepon dan sms tentunya*. Kalaupun ada fitur kamera, itu cuma tambahan saja, karena saya juga jarang berfoto dengan kamera handphone *maklum model profesional, nggak level kalau cuma dipotret dengan handphone huahahahahaha*. Tadinya sih saya berpikiran untuk membeli handphone yang under 1 juta lagi, akan tetapi saya tergoda juga karena ada handphone berfitur 3g yang ternyata harganya cukup wajar dan masih terjangkau, sekitar 1,3 – 1,4 juta.

Saat membeli si KG195, saya tidak membelinya sendiri. Saya menyuruh meminta tolong kakak dan adik saya untuk mencarikan dan memilihkan handphone tersebut. Seingat saya waktu itu titip dibelikan LG KG300, tetapi ternyata akhirnya malah membeli si KG195. Nah, saat membeli handphone yang baru ini pun, saya juga tidak membeli sendiri. Kebetulan adik saya sedang ada acara di Jakarta (adik saya bekerja di Balikpapan), sehingga pas sedang di rumah dan akan belanja, saya sekalian nitip beliin handphone hehehe.. *asas manfaat* :D Saya tertarik dengan LG KU380, karena sudah mengusung fitur 3g dan kebetulan teman saya ada yang memakai handphone tersebut, sepertinya cukup oke dan harganya masih terjangkau. KU380 punya teman saya warnanya putih dan bergaris hijau, tetapi saya kurang suka dengan warna putihnya, karena menurut saya terlihat terlalu cewek, sehingga saya memilih yang berwarna hitam. Adik saya pun mencarikan handphone tersebut di Mal Depok, kemudian juga di ITC Depok, tetapi tidak bisa menemukan warna hitam yang saya cari. Sebetulnya katanya di Mal Depok ada yang menjual warna hitam, tetapi harga yang ditawarkan tidak sesuai harga pasar,dan akhirnya tidak dibeli. Akhirnya saat sudah malam, kakak saya menyusul adik saya sambil sekalian diajak mencarikan istri handphone untuk saya. Saat mencari di counter, kakak saya ditawari Samsung L170, yang fiturnya mirip dan harganya tidak jauh dari LG KU380. Pilihan saya saat itu tetap KU380 warna hitam, akan tetapi setelah mereka berdua memutar di ITC Depok, dan kemudian ke Detos, tetap tidak ditemukan KU380 warna hitam, saya harus memilih alternatif lain *kasihan soalnya, sudah capek kesana kemari*.


LG KU380

Just info, saat kakak dan adik saya mencari handphone, saya di rumah browsing di internet untuk melihat fitur sekaligus harga pasarannya, supaya paling tidak mereka tidak akan dikibuli mentah-mentah oleh penjualnya. Setelah membaca-baca referensi dan review, akhirnya saya pun memilih tawaran Samsung L170 tersebut.


Samsung L170

Samsung L170 ini sudah memenuhi fitur yang saya cari tadi : ada external memory, pemutar mp3, bluetooth dan java, dan malah mendapatkan paket microSD card gratis 1 GB (lumayan, tidak usah beli external memory lagi hehehe). Kelebihan lainnya adalah, sudah mendukung 3G, serta resolusi kameranya 2MP jauh lebih tinggi resolusinya daripada KG195 yang hanya VGA. Handphone ini akhirnya terbeli seharga Rp. 1.360.000,00. Semoga saja nggak kemahalan hehehe..

Last wishes, semoga si L170 ini bisa dipakai dalam waktu yang lama, tidak rewel, dan nggak hilang lagi hehehehehe.

Kenali Lawan Bicaramu…

Dahulu, ketika waktu masuk SMU 1 Klaten (waktu itu sih istilahnya masih SMU, bukan SMA), saya cukup banyak harus beradaptasi. Harap maklum, karena kebetulan SMP saya tidak satu kota dengan SMU, sehingga teman di SMU adalah wajah-wajah baru. Waktu itu, di SMU saya, setiap 1 kelas diisi oleh 45 murid, dan totalnya ada 10 kelas paralel, jadi kira–kira murid kelas 1 jumlahnya  sekitar 450 orang. Oleh karena itu wajar saja kalau di antara sesama kelas 1 belum tentu saling kenal, apalagi kalau berbeda kelas. Nah, kejadiannya saat itu hari jumat, dimana teman –teman muslim sedang sholat jumat, kami siswa kristiani juga mengadakan kegiatan persekutuan doa. Saat itu kebetulan waktu setelah catur wulan II baru dimulai, sehingga murid – murid baru saja menerima raport untuk catur wulan I. Sambil menunggu persekutuan doa dimulai, kami pun sesama anak kelas 1 (yang berbeda kelas) saling berbincang (meskipun belum semuanya saling kenal). Karena saat itu adalah pertama kali anak kelas 1 menerima raport di SMU, wajar saja kalau obrolannya juga tidak jauh – jauh dari nilai raport *soalnya sekolahku sekolahannya anak – anak baik, jadi obrolannya tetap seputar pelajaran hahaha ….. :P* sehingga timbullah obrolan kira-kira seperti ini  *aslinya sih obrolan ini dalam bahasa jawa*

teman 1 : waktu terima raport, siapa yang juara 1 di kelasmu ?

teman 2 : kalau di kelasku sih si A *saya lupa tepatnya* 

teman 3 : ooo, yang dari SMP anu yah…

teman 1 : iya, yang dari sana itu lho.. nggak heran lah, dari dulu sudah pintar kok anaknya .…

saya : orangnya yang mana sih ?

teman 1 : itu, yang cewe, yang dari SMP anu..

saya : ooo .. ya ya.. aku tau

teman 2 : kalau yang ranking 1 paralel siapa..

teman 1 : katanya sih si B.. yg dari SMP X itu lho…

saya : wah, hebatt…

teman 1 : kalau yang dari 1J, siapa *kelas 1J itu adalah kelas saya*

teman 2 : namanya sih L Didi *hey friends, that’s my name… !!!*

teman 3 : L Didi itu orangnya yang mana sih ?

saya : oo.. L Didi ya??? itu saya…. *sambil senyum – senyum*

teman 3 : ……………. *speechless, sambil senyum senyum kecut karena malu*

teman 1 dan 2 : ………. *sama, diam juga hehehe*

*obrolan pun tidak dilanjutkan, karena sudah garing :P*

nah… moral of the story-nya adalah : sebelum membicarakan orang, pastikan orang yang menjadi subyek pembicaraan tidak berada di tempat itu ya… Untungnya *katanya, se-sial apapun, orang jawa selalu bisa bilang untungnya* waktu itu teman – teman baru ini tidak sedang menggosipkan sesuatu yang buruk tentang saya.. kalau iya… walah…. bisa-bisa terjadi pertumpahan darah deh…..

Senin, Maret 16, 2009

Nostalgila….

Uh..

Timeframe : Selasa, 18 Maret 1997
Venue : salah satu ruang kelas sebuah sekolah kampungan saat  kelas agama dan gurunya nggak datang
Attendee : Siswa – siswi kelas IIIA

Dear my old friend, at that time, me and you together. do you still remember me?? where are you now.. i miss you… you know, that was a special moment for me.

gilaaaa… udah 12 tahun kita nggak ketemu lagi. semoga kamu dan kalian baik – baik saja.